PROBOLINGGO (Surau.ID) – Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ melepas 752 Calon Jamaah Haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter 1 dan Kloter 2, Selasa (21/04/2026). Prosesi pemberangkatan berlangsung di kawasan wisata religius Miniatur Ka’bah, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.
Sebanyak 752 jamaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Embarkasi Surabaya, menggunakan 18 armada bus. Acara tersebut turut dihadiri Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, jajaran Forkopimda, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat Moh. Barzan.
Fahmi yang akrab disapa Ra Fahmi menjelaskan, jumlah jamaah yang diberangkatkan terbagi masing-masing 376 orang dalam Kloter 1 dan Kloter 2.
“Hari ini kita berangkatkan Kloter 1 dan 2. Nanti dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, menyusul 452 jamaah lainnya yang tergabung dalam Kloter 3 dan 4,” kata Ra Fahmi.
Ia menyebut total jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo pada musim haji 1447 H/2026 mencapai 1.204 orang. Jumlah tersebut terbagi dalam empat kloter, yakni tiga kloter penuh dari Kabupaten Probolinggo dan satu kloter gabungan dengan daerah lain.
Ra Fahmi juga membuka peluang adanya penambahan jumlah jamaah dalam waktu dekat, seiring dinamika kuota haji.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jamaah telah menjalani persiapan menyeluruh sebelum keberangkatan.
“Seluruh jamaah sudah melalui pemeriksaan medis dan dinyatakan layak terbang. Manasik juga telah diberikan sebagai bekal teknis agar ibadah di Tanah Suci berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran ibadah para jamaah selama di Tanah Suci.
Ra Fahmi juga menitipkan doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah haji.
“Semoga kembali ke tanah air dengan selamat dan meraih predikat haji mabrur,” katanya.
Musim haji tahun ini juga diwarnai perbedaan usia jamaah yang cukup mencolok. Jamaah tertua tercatat atas nama Sarikuna Kasiati (90) asal Desa Jatiadi, Kecamatan Gending.
Sementara jamaah termuda adalah Ma’i Muhammad Chandra (16) dari Desa Jorongan, Kecamatan Leces.