Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
02 Mei 2026 | 20:27 WIB
Daerah

Korban Tewas Tabrakan KA di Grobogan Jadi 5, Ibu dan Balita Turut Jadi Korban

Kecelakaan di Grobongan Jawa Tengah
Mobil Avanza jatuh ke sawah usai tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan KA Swadaya, Jumat (1/5/2026). {Foto: Polres Grobogan}

 

GROBOGAN (Surau.ID) – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan mobil rombongan pengantar haji yang tertabrak kereta api di perlintasan swadaya Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bertambah menjadi lima orang.

Korban terbaru meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani, membenarkan kabar tersebut.

“Benar, salah satu korban yang dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang telah meninggal dunia kemarin malam, hari Jumat, 1 Mei 2026, pukul 22.40 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh pihak keluarga dan terkonfirmasi oleh pihak RSI,” kata Kumala, melansir detikJateng.

Kumala menegaskan, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Petugas terus mengumpulkan berbagai informasi dan petunjuk dari lokasi kejadian.

“Saat ini kami Sat Lantas Polres Grobogan dalam proses penyelidikan. Segala informasi dan petunjuk sedang kita kumpulkan,” lanjutnya.

Secara terpisah, Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, mengungkap identitas korban terbaru. Ia menyebut korban bernama Indah Setiyawati (27), yang merupakan ibu dari balita berinisial SB (2) yang juga meninggal dalam insiden tersebut.

“Ada satu (korban lain yang dilaporkan meninggal dunia), ibu dari korban balita SB, bernama Indah Setiyawati (27),” kata Arif.

Arif menjelaskan, korban masih memiliki hubungan keluarga dengan calon jemaah haji yang hendak diantar.

“Korban istri dari Ahmad Deni, anak dari Bapak Sadi yang berangkat haji,” ujar Arif.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat mengalami sejumlah luka akibat kecelakaan. Petugas lebih dulu merawat korban di RSUD Purwodadi sebelum akhirnya merujuknya ke RSI Sultan Agung Semarang.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi pada Jumat (1/5) dini hari sekitar pukul 02.52 WIB. Saat itu, mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP membawa sembilan orang dalam rombongan pengantar haji. Ketika melintasi perlintasan kereta api di jalan umum Tuko–Sidorejo, Desa Sidorejo, kereta api langsung menabrak kendaraan tersebut.

Benturan keras membuat mobil terpental sejauh sekitar 20 meter hingga menabrak tiang dan masuk ke area persawahan.

“Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak bodi depan kiri dari Toyota Avanza hingga mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang Indihome. Kemudian mobil terjatuh ke selatan, masuk ke sawah,” kata Eko.

Rombongan tersebut diketahui hendak mengantar pasangan calon jemaah haji, Sadi dan Wartini, menuju Pendopo Kabupaten Grobogan. Kepala Dusun Sidorejo, Heri Siswanto, menyebut rombongan pengantar terdiri dari beberapa kendaraan.

“Sebenarnya rombongannya banyak, selain dari empat mobil, masih ada dua bus. Yang turut ke Solo hanya satu, yang lainnya kembali tidak jadi mengantarkan jamaah,” ujar Heri di lokasi kejadian, Jumat kemarin.

Heri menjelaskan, korban tewas berasal dari iring-iringan kedua dan memiliki hubungan keluarga dengan calon jemaah haji, termasuk cucu dan besan.

Ia juga menyoroti kondisi perlintasan kereta api yang selama ini hanya dijaga secara swadaya oleh warga. Menurutnya, sistem penjagaan dilakukan bergantian antara warga Desa Sidorejo dan Desa Tuko.

“Sebenarnya untuk penjaga [perlintasan KA], dari desa sudah mengupayakan petugas atau relawan, bahkan dari Desa Sidorejo sudah mengalokasikan sebuah insentif,” kata Heri.

“Tapi [dari Desa Sidorejo] hanya [menjaga] siang hari, malam ada relawan dari desa sebelah, gantian dari Desa Tuko,” sambungnya.

Namun, saat kecelakaan terjadi, tidak ada petugas yang berjaga di perlintasan tersebut. Heri berharap pemerintah dapat menyediakan perlintasan kereta api otomatis untuk mencegah kejadian serupa.

“Saat kejadian tidak ada [yang menjaga]. Kalau yang malam kan hanya relawan, jadi kemauan sendiri, sukarela,” pungkas Heri.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id