PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Gunung Geni menggelar kegiatan Ziarah Makbaroh Pejuang NU pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan spiritual ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya melestarikan tradisi luhur yang telah diwariskan oleh para pendiri organisasi.
Rangkaian acara diawali sejak pagi hari dengan menggelar apel bersama. Apel yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus, kader, serta badan otonom (Banom) NU setempat ini berlangsung khidmat sebelum rombongan melakukan Turun ke Bawah (Turba) ke beberapa titik makbaroh (makam) para pejuang NU di wilayah Gunung Geni.
Ketua PRNU Gunung Geni, Ustadz Sabar, menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah langkah nyata dalam menjaga akar rumput tradisi ke-NU-an.
Baginya, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk merawat tradisi NU yang telah mengakar kuat di masyarakat.
“Kita tidak boleh melupakan jasa para pejuang lokal yang telah membabat alas pergerakan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di desa ini,” ujarnya.
Sepanjang perjalanan turba, rombongan mendatangi satu per satu makam para sesepuh. Di setiap makbaroh yang dikunjungi, seluruh jamaah yang hadir bersama-sama menggemakan pembacaan Surat Yasin, tahlil, dan doa bersama.
“Rangkaian ziarah ini ditujukan khusus untuk memohonkan ampunan serta keberkahan bagi para tokoh yang telah mendahului,” ucapnya.
Ustadz Sabar juga menambahkan bahwa esensi dari ziarah makbaroh ini memiliki korelasi kuat dengan metode dakwah yang diajarkan oleh Walisongo.
“Para wali di tanah Jawa dahulu menggunakan pendekatan kultural, salah satunya dengan menghormati leluhur dan mengaitkannya dengan nilai-nilai tauhid,” pungkasnya.