PROBOLINGGO (Surau.ID) – Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Nurayati, menyoroti kelangkaan BBM jenis Pertalite yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Probolinggo, Kamis (25/6/2026).
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya papan informasi di beberapa SPBU yang menyatakan bahwa stok BBM sedang dalam proses pengiriman, sehingga memicu keterlambatan distribusi pasokan ke wilayah tersebut.
Situasi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas ekonomi rumah tangga dan mobilitas masyarakat kecil, terutama bagi ibu-ibu yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi untuk kebutuhan mobilitas harian mereka.
Dampak Bagi Masyarakat Dan Nahdliyin
Keluhan mengenai sulitnya mendapatkan Pertalite banyak datang dari kalangan ibu-ibu, termasuk warga Nahdliyin, yang terpaksa mengantre lama tanpa kepastian ketersediaan BBM.
Nurayati menegaskan bahwa fenomena ini mulai memicu keresahan sosial di tingkat akar rumput, khususnya bagi kelompok perempuan yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada ketersediaan BBM subsidi.
Desakan Tindak Lanjut Kepada Pemerintah
Menanggapi banyaknya aduan tersebut, pihak Muslimat NU Kabupaten Probolinggo telah meneruskan persoalan ini ke tingkat pusat agar segera ditindaklanjuti. “Banyak ibu-ibu, khususnya Nahdliyin menyampaikan kesulitan mendapatkan Pertalite di Kabupaten Probolinggo. Kami sudah menyampaikan kondisi ini ke PP Muslimat NU agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Nurayati, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo.
Pihaknya berharap agar pihak terkait segera mengatasi kelangkaan BBM ini guna memulihkan ketenangan dan kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Probolinggo. Semoga permasalahan distribusi ini dapat segera teratasi demi kenyamanan warga.