SURABAYA (Surau.ID) – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum refleksi bagi Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., dalam menyoroti berbagai tantangan krusial di daerah, Jumat (15/8/2026).
Politisi senior tersebut mengapresiasi terjaganya harmoni sosial di Jawa Timur, namun tetap mengingatkan pentingnya langkah konkret dan komitmen bersama untuk menuntaskan berbagai pekerjaan rumah besar.
Sejumlah isu mendesak yang menjadi sorotan meliputi maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dampak negatif ketergantungan gadget pada usia dini, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pengawasan Ketat dan Mitigasi Berbagai Krisis Sosial
Kasus kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan rumah dan sekolah menuntut pengawasan ketat dari seluruh elemen masyarakat guna menjamin keamanan tumbuh kembang anak dan perempuan.
Selain itu, tingginya angka pekerja yang berada di ambang PHK berdasarkan catatan Disnakertrans Jatim memerlukan sinergi kuat antar pemerintah daerah dalam memperketat pengawasan serta memitigasi dampak di kawasan industri.
Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Penguatan UMKM
Isu lingkungan terkait risiko kebakaran hutan dan lahan akibat perubahan iklim, khususnya di kawasan pegunungan, juga mendesak penanganan proaktif melalui pelibatan BPBD dan akademisi.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Indonesia Berdaulat, Indonesia Makmur,” ujar Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, sembari menekankan pentingnya penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di tengah tantangan ekonomi.
Melalui momentum kemerdekaan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat terus bergandengan tangan untuk mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat Jawa Timur.