LAMPUNG TENGAH (Surau.ID) – RMI PBNU terus mendorong transformasi pesantren di seluruh Indonesia demi mengoptimalkan fasilitas, sumber daya manusia, dan kesiapan menghadapi perkembangan zaman. Langkah ini strategis guna menjaga otoritas keagamaan pesantren.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pengasuhan secara profesional. Melalui pembenahan yang terstruktur, pesantren diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap menjawab tantangan zaman.
Lima Fokus Strategis Transformasi
Ketua RMI PBNU, KH Hodri Arief, dalam paparannya di Bandarjaya, Lampung Tengah, pada Senin (15/06/2026) menegaskan pentingnya program ini untuk meminimalkan kasus perundungan. RMI PBNU kini berfokus pada lima bidang transformasi utama demi kebaikan santri.
“Kasus-kasus tersebut tidak boleh diabaikan, tetapi juga tidak bisa digeneralisasi. Karena itu, RMI PBNU menyusun program transformasi pesantren agar kualitas pengelolaan dan pengasuhan terus meningkat,” ujar Kiai Hodri pada Senin (15/06/2026).
Lima pilar tersebut mencakup transformasi pengasuhan melalui Sekolah Pengasuhan, pembaruan kurikulum, peningkatan kapasitas SDM, penguatan tata kelola kelembagaan, serta perencanaan infrastruktur jangka panjang yang berkualitas dan kokoh.
Peningkatan Fasilitas dan Gizi Santri
Selain pembenahan sistem, RMI PBNU juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan fisik para santri. Pihak organisasi berkolaborasi dengan berbagai yayasan untuk menyalurkan bantuan sarana pembelajaran dan gizi.
Koordinator Program, Gus Ulunnuha, mengungkapkan tantangan pemenuhan gizi yang dihadapi oleh pesantren. RMI PBNU menyalurkan 12 ribu mushaf Al-Qur’an serta bantuan telur bagi pesantren di Provinsi Lampung.
“Program Al-Qur’an Agus ini merupakan bagian dari ikhtiar membantu pesantren agar kebutuhan sarana pembelajaran Al-Qur’an dapat terpenuhi,” kata Gus Ulunnuha demi mendukung peningkatan gizi bagi 10 ribu santri.
Melalui sinergi ini, pondok pesantren diharapkan semakin kuat dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Semoga transformasi ini mampu melahirkan generasi yang kuat secara keilmuan dan berakhlak mulia.