BONDOWOSO (Surau.ID) – Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bondowoso Masa Khidmat 2026–2027, Sahabat Saiful Bahri, menegaskan komitmennya menjadikan PMII sebagai organisasi yang mampu melahirkan kader berintegritas sekaligus menjadi kekuatan moral dan agen perubahan di tengah masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam Resepsi Pelantikan PC PMII Bondowoso yang digelar di SMKN 3 Bondowoso, Selasa (28/7/2026).
Pelantikan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso, tokoh masyarakat, alumni PMII, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, jajaran Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, hingga Badan Harian Pengurus Besar PMII yang diwakili Sahabat Muhammad Faqih.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua PC PMII Bondowoso, Saiful Bahri menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan titik awal pengabdian kader dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, PMII harus terus memperkuat proses kaderisasi agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
“PMII harus tetap menjadi rumah kaderisasi yang melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan keberpihakan terhadap rakyat. Tantangan hari ini menuntut PMII untuk hadir sebagai kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bondowoso,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan baru akan mengedepankan penguatan tradisi intelektual, pengabdian sosial, dan konsolidasi organisasi agar PMII tetap menjadi ruang pembelajaran bagi kader sekaligus mitra kritis dalam pembangunan daerah.
Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Bondowoso, Sahabat Dr. Daris Wibisono Setiawan, mengingatkan bahwa kekuatan PMII terletak pada tradisi keilmuan dan independensi gerakan. Menurutnya, kader harus mampu menjadi penjaga nilai sekaligus pelopor perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Sementara itu, Ketua PKC PMII Jawa Timur, Sahabat M. Ivan Akiedozawa, berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan organisasi yang semakin progresif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dengan tetap menjadikan kaderisasi sebagai prioritas utama.
Mewakili Bupati Bondowoso, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bondowoso menyampaikan bahwa pemerintah daerah memandang PMII sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah dinilai penting untuk menghadirkan pembangunan yang partisipatif dan berkeadilan.
Di sisi lain, perwakilan Badan Harian Pengurus Besar PMII, Sahabat Muhammad Faqih, mengingatkan agar PMII tetap menjaga khittah sebagai organisasi kader, organisasi pergerakan, dan organisasi perjuangan yang konsisten mengawal nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kebangsaan.
Melalui kepemimpinan yang baru, Saiful Bahri bersama jajaran pengurus berkomitmen menjadikan PMII Bondowoso sebagai organisasi yang semakin progresif, kritis, dan responsif terhadap dinamika masyarakat dengan tetap berpegang pada semangat Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh sebagai landasan gerakan.