JEMBER (Surau.ID) – Sivitas akademika Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember memaknai momentum Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai titik balik untuk memperkuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman bangsa.
Semangat hijrah yang ditekankan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yakni transformasi dari sikap saling curiga menjadi saling percaya, mendapatkan dukungan penuh dari UIN KHAS Jember. Hijrah kini tidak lagi sekadar perpindahan fisik, melainkan langkah strategis menuju kualitas diri yang lebih baik dan kepedulian sosial yang lebih luas.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi universitas dalam mengembangkan budaya akademik yang moderat dan inklusif. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran vital sebagai ruang dialog sehat untuk merawat kebhinekaan sebagai modal pembangunan bangsa.
Transformasi Menuju Kualitas Diri
Momentum pergantian tahun hijriah menjadi pengingat bagi seluruh elemen kampus untuk terus menanamkan semangat persaudaraan dalam kehidupan akademik. UIN KHAS Jember berkomitmen menerjemahkan semangat ini melalui penguatan moderasi beragama serta riset yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas.
Perbedaan yang ada di tengah masyarakat bukanlah penghalang untuk maju, melainkan kekayaan sosial yang harus dikelola dengan bijaksana. Melalui tridarma perguruan tinggi, UIN KHAS Jember terus berupaya menghidupkan nilai-nilai keadilan dan kepedulian yang menjadi fondasi peradaban Islam sejak masa Rasulullah SAW.
Energi Baru untuk Kemajuan Bangsa
“Semangat itulah yang terus dihidupkan UIN KHAS Jember dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi,” ujar Prof. Hepni dalam keterangannya di Jember, Rabu (17/6/2026).
Tahun Baru Hijriah diharapkan mampu memicu perubahan internal yang berdampak positif bagi integritas sivitas akademika. Dengan memperbarui tekad untuk menjadi pribadi yang lebih harmonis dan berkeadaban, diharapkan kontribusi kampus terhadap kemajuan bangsa dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.