BONDOWOSO (Surau.ID) – Korps PMII Puteri (KOPRI) PK PMII Universitas Bondowoso menggelar Sekolah Islam Gender (SIG) II pada Jumat-Sabtu (05-06/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Dr. H. Fathor Rozi, Dawuhan, Bondowoso, itu menjadi wadah penguatan kapasitas kader perempuan melalui pendekatan literasi dan analisis realitas sosial.
Mengusung tema “Menumbuhkan Budaya Literasi dalam Perspektif Realita Sosial”, kegiatan tersebut diikuti kader-kader perempuan PMII yang didorong untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.
Ketua KOPRI PK PMII Universitas Bondowoso, Solehati, mengatakan penguatan literasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses kaderisasi. Menurutnya, kader perempuan harus mampu membaca perkembangan sosial sekaligus menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui SIG II, kami ingin meneguhkan kembali bahwa kader perempuan PMII harus memiliki keberanian berpikir, kemampuan membaca realitas, dan kesadaran untuk hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Panitia SIG II, Siti Suraiyah, menuturkan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan perempuan di lingkungan organisasi dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, SIG II menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai disiplin ilmu. Mereka antara lain Putri Raudatul Jannah, S.Sos., Arik Irawan, S.H., Riskiyanto, S.Pd., Abdul Aziz Imron, S.Pd., M.Pd., Issiah, S.Pd., M.IP., Nur Faizah, S.Si., dan Tuni Wulandari, S.Ak.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah seminar bertajuk “Menemukan Jati Diri Kader PMII dalam Pusaran Realitas Sosial” yang dipandu oleh Nily Faiz Ursyidah. Pada forum tersebut, Heniwati, S.Pd., M.IP. menekankan pentingnya organisasi sebagai sarana pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas diri.
Menurut Heniwati, seorang kader tidak cukup hanya berstatus anggota organisasi. Kader harus memahami ideologi perjuangan, mengamalkan nilai-nilai organisasi dalam kehidupan sehari-hari, memiliki semangat pengorbanan, serta mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai modal utama dalam membangun kepemimpinan. Nilai kejujuran, amanah, dan konsistensi dinilai menjadi fondasi untuk memperoleh kepercayaan publik.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta aktif mengikuti berbagai sesi diskusi yang membahas isu organisasi, pendidikan, gender, hingga tantangan generasi muda di era perubahan sosial yang semakin dinamis.
Melalui SIG II, KOPRI PK PMII Universitas Bondowoso berharap dapat melahirkan kader perempuan yang memiliki kapasitas intelektual, keteguhan moral, dan kepekaan sosial. Dengan bekal tersebut, kader diharapkan mampu berkontribusi sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.