JAKARTA (Surau.ID) – Universitas Indonesia dan Gontor secara resmi mematangkan rencana kerja sama strategis pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam kunjungan silaturahmi pimpinan pondok pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.
Pertemuan penting yang bertempat di Kantor Satelit UI Rawamangun tersebut disambut hangat secara langsung oleh Rektor UI Prof. Dr. Herry Purnomo beserta jajaran civitas akademika kepada pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal.
Rencana kolaborasi sinergis antarlembaga terkemuka ini secara khusus mencakup bidang pendidikan akademik, penelitian ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan program double degree guna mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi berbagai tantangan global masa depan bangsa Indonesia tercinta.
Memperkuat Kolaborasi Pendidikan Nasional
Inisiasi kerja sama strategis antarlembaga terkemuka ini menandai momentum bersejarah menjelang perayaan peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor dalam upaya memperluas jaringan akademik berkualitas tinggi serta mempererat ukhuwah islamiyah secara berkesinambungan penuh semangat kebersamaan yang kokoh.
Sinergi strategis tersebut dengan sangat gemilang memadukan kekuatan nilai-nilai luhur tradisi kepesantrenan dengan keunggulan riset perguruan tinggi negeri terkemuka demi kemaslahatan umat serta kemajuan peradaban ilmu pengetahuan di tanah air.
Peluang Emas Alumni Pesantren
Langkah kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan mampu membuka jalan serta peluang seluas-luasnya bagi para santri dan alumni pondok pesantren untuk melanjutkan jenjang studi akademik tinggi di kampus terkemuka Universitas Indonesia secara konsisten dan terarah.
“Kami menyambut baik ikhtiar untuk mempererat hubungan dan membangun kerja sama antara UI dan Gontor. Semoga ke depan semakin banyak alumni Gontor yang melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia,” ujar Prof. Dr. Herry Purnomo, Rektor Universitas Indonesia.
Kolaborasi komprehensif ini diyakini akan mampu melahirkan generasi bangsa berintegritas tinggi yang berwawasan global tanpa meninggalkan akar keimanan serta nilai-nilai kebangsaan yang kokoh demi menyongsong masa depan gemilang menuju Indonesia Emas 2045.