PROBOLINGGO (Surau.ID) – Puluhan siswa SMK Kesehatan Sunan Kalijaga bersama para guru membagikan takjil gratis kepada pengendara dan warga di Jalan Banyuanyar, Jumat sore (13/3/2026). Kegiatan sosial ini menjadi penutup rangkaian program Pondok Ramadhan yang diselenggarakan sekolah tersebut.
Aksi berbagi itu dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Para siswa tampak berdiri di tepi jalan sambil menyapa pengguna jalan yang melintas. Paket takjil kemudian dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, serta warga sekitar yang tengah menunggu waktu berbuka puasa.
Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat. Sejumlah warga terlihat antusias menerima takjil yang diberikan para siswa.
Guru pendamping kegiatan, Umi Kulsum, mengatakan kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari agenda pendidikan karakter yang rutin dilaksanakan selama bulan Ramadhan.
“Kegiatan ini merupakan rentetan dari agenda Pondok Ramadhan yang kami laksanakan. Ini adalah kali kedua kita turun ke jalan selama bulan puasa, sekaligus menjadi kegiatan pamungkas atau penutup dari seluruh rangkaian Pondok Ramadhan tahun ini,” ujarnya.
Menurut Umi, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat yang sedang berpuasa, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi siswa agar lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Ia menjelaskan bahwa sekolah ingin menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak dini kepada para peserta didik.
“Kami ingin menanamkan rasa empati dan jiwa berbagi kepada sesama. Harapannya, karakter peduli ini akan terus melekat pada diri siswa meski Ramadhan telah usai,” imbuhnya.
Para siswa terlihat terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka secara bergantian membagikan paket takjil sambil menjaga ketertiban lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Kepala SMK Kesehatan Sunan Kalijaga, Lisa Zumrotul Hasanah, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial yang digagas oleh para siswa dan guru tersebut. Ia menilai kegiatan langsung di tengah masyarakat menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai kemanusiaan kepada siswa.
“Kami sangat mendukung penuh kegiatan bagi-bagi takjil ini. Ini adalah bentuk implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang kami ajarkan di sekolah, terutama sebagai institusi pendidikan kesehatan yang memang fokus pada pengabdian,” ungkapnya.
Lisa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan bahkan diperluas pada masa mendatang agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
“Harapan kedepannya, semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi kualitas dan jangkauannya bisa lebih ditingkatkan. Kami ingin kehadiran SMK Kesehatan Sunan Kalijaga benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat Banyuanyar,” pungkasnya.
Kegiatan berbagi takjil tersebut berlangsung hingga menjelang azan Magrib. Suasana hangat dan kebersamaan terasa di antara siswa, guru, dan masyarakat yang hadir, menandai berakhirnya rangkaian program Pondok Ramadhan SMK Kesehatan Sunan Kalijaga tahun ini.