Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
08 Mei 2026 | 21:07 WIB
Nasional

Soroti Pelecehan Santri di Pati, PB ISKAB Dorong Pengawasan Pesantren Diperketat

IMG
Ketua PB ISKAB Nusantara, Irzam Abdillah (Foto: Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – PB ISKAB Nusantara menyoroti kasus dugaan pelecehan terhadap santri di Pati, Jawa Tengah. Organisasi tersebut menilai peristiwa itu sebagai kasus serius yang mencederai dunia pendidikan berbasis keagamaan dan melukai kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.

Ketua PB ISKAB Nusantara, Irzam Abdillah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus tersebut. Ia menegaskan pesantren seharusnya menjadi ruang pendidikan yang aman sekaligus tempat pembentukan akhlak dan moral santri.

“Segala bentuk kekerasan maupun pelecehan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun dan bertentangan dengan nilai-nilai agama serta kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Irzam, kasus tersebut harus menjadi alarm serius bagi seluruh elemen pendidikan, khususnya lembaga pesantren. Ia menilai penguatan sistem perlindungan terhadap santri perlu dilakukan secara menyeluruh.

Ia mengatakan kepercayaan masyarakat kepada pesantren merupakan amanah besar yang harus dijaga melalui pengawasan, tanggung jawab, dan komitmen moral yang kuat. Karena itu, ruang bagi tindakan yang mencederai marwah pesantren tidak boleh dibiarkan muncul.

“Jangan sampai ada ruang bagi tindakan yang mencederai marwah pesantren dan masa depan para santri,” tegasnya.

Dorong Perlindungan Santri

PB ISKAB Nusantara juga mendorong agar proses hukum berjalan secara adil, transparan, dan berpihak kepada korban. Organisasi itu meminta pendampingan psikologis serta perlindungan terhadap korban menjadi perhatian utama agar korban memperoleh rasa aman dan pemulihan yang layak.

Di sisi lain, Irzam menilai kasus tersebut harus menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh lembaga pendidikan berbasis asrama. Evaluasi itu dinilai penting untuk memperkuat sistem pengawasan, pendidikan karakter, serta mekanisme perlindungan santri.

“Kasus seperti ini tidak boleh terus berulang akibat lemahnya kontrol dan minimnya ruang pengaduan yang aman,” katanya.

PB ISKAB Nusantara juga meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lebih serius memperkuat pengawasan terhadap lembaga pendidikan berbasis asrama. Selain itu, pemerintah diminta menghadirkan regulasi perlindungan santri yang lebih konkret dan memastikan layanan pengaduan mudah diakses korban.

Meski menyoroti kasus tersebut, PB ISKAB Nusantara menegaskan pesantren tetap memiliki peran besar dalam membangun moral dan karakter bangsa. Organisasi itu berharap marwah pesantren dapat terus dijaga melalui komitmen terhadap nilai keadilan, kemanusiaan, dan perlindungan terhadap setiap santri.

“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id