LUMAJANG (Surau.ID) — Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah melalui pembelajaran Tartil Qur’an dan Tahfizul Qur’an. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, dan pegangan hidup yang kuat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati usai menghadiri Uji Publik Tartil Qur’an dan Tahfizul Qur’an Juz 30-29-1-15 yang digelar Pusat Pengembangan Al-Qur’an Nahdlatul Ulama (PPQNU) Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (25/5/2026).
Bupati Indah Amperawati menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada kecerdasan intelektual. Menurutnya, sekolah juga harus membentuk karakter, etika, serta ketahanan moral peserta didik sejak usia dini.
“Anak-anak harus tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan pegangan hidup yang kuat,” ujarnya, mengutip Portal Lumajang.
Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membangun kepribadian anak melalui pembiasaan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong pendidikan religius menjadi bagian dari penguatan karakter generasi muda di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Membangun Karakter Lewat Kebiasaan
Bupati menegaskan bahwa pembelajaran Tartil Qur’an dan Tahfizul Qur’an tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca maupun menghafal Al-Qur’an. Program tersebut juga diarahkan untuk membentuk kedisiplinan, ketenangan, serta kebiasaan hidup yang sarat nilai moral.
Pemkab Lumajang juga terus mendorong sekolah untuk membangun budaya religius melalui kebiasaan membaca Al-Qur’an, doa bersama, istighosah, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kontrol diri sekaligus membentuk perilaku positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan akhirnya bukan hanya anak hafal Al-Qur’an, tetapi bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik, disiplin, dan punya arah hidup yang benar,” kata Bupati.
Ia juga mendorong seluruh SD dan SMP di bawah kewenangan pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Al-Qur’an NU dalam menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter harus dijalankan secara konsisten agar sekolah benar-benar menjadi ruang pembentukan generasi berkepribadian kuat.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Lumajang, Mamik Setiawati, menyebut budaya religius di sekolah telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa. Ia menjelaskan, sejak program tahfidz diterapkan pada 2019, jumlah siswa penghafal Al-Qur’an terus meningkat hingga mencapai 223 siswa pada 2026.
Selain pembelajaran tahfidz, sekolah juga membiasakan siswa membaca Al-Qur’an dan mengikuti istighosah rutin sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui penguatan Tartil Qur’an dan Tahfizul Qur’an di sekolah, Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan lahirnya sistem pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kekuatan karakter.
“Generasi muda diharapkan tumbuh tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan arah hidup yang kuat dalam menghadapi masa depan,” pungkas Mamik Setiawati.