Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
12 September 2026 | 20:13 WIB
Nasional

Cegah Tiga Dosa Besar Pendidikan, Gus Ipul Perketat Tata Kelola Sekolah Rakyat

Kemensos Gus Ipul
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. {Foto: Kemensos RI}

 

JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta seluruh kepala Sekolah Rakyat memperketat penerapan standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan proses pendidikan berjalan aman dan mencegah munculnya perundungan, kekerasan seksual, serta intoleransi.

Menurut Gus Ipul, penguatan SOP harus diikuti dengan kemampuan kepala sekolah untuk mengenali seluruh unsur yang terlibat di lingkungan sekolah. Mulai dari siswa, guru, wali asuh, wali asrama, hingga petugas keamanan, perlu dipahami kondisi dan perannya masing-masing.

“Perkuat SOP, perkuat proses bisnis bapak-ibu sekalian, kenali dengan baik sumber daya manusia yang ada di sana, kenali juga dengan baik kondisi siswa kita yang ada di sana,” kata Gus Ipul saat rapat bersama seluruh Kepala Sekolah Rakyat dan kepala sentra secara online melalui Zoom, Jumat (11/9/2026).

Kontrak Kerja hingga Penanganan Siswa

Untuk memperjelas tanggung jawab tenaga kependidikan, Gus Ipul mendorong setiap kepala sekolah membuat kontrak kerja dengan para tenaga kependidikan. Bentuknya dapat berupa pakta integritas yang sekaligus menjadi acuan bersama dalam menjalankan kegiatan pendidikan.

Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh penyelenggara Sekolah Rakyat memahami SOP dan memiliki standar yang sama dalam menjalankan tugasnya.

“Jadi Kepala Sekolah one-on-one bisa bikin kontrak kerja dengan mereka (tenaga kependidikan). Kemudian sosialisasikan, laksanakan dengan benar, seluruh penyelenggara Sekolah Rakyat tahu dan paham SOP-nya,” jelasnya.

Gus Ipul juga meminta kepala sentra ikut mendukung kepala sekolah, terutama ketika muncul persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Jika seorang siswa membutuhkan rehabilitasi, sentra terdekat dapat menjadi tempat penanganan sementara sebelum siswa kembali mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Keterlibatan kepala sentra dinilai penting karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga rentan dengan kondisi dan latar belakang yang beragam. Karena itu, penanganan terhadap persoalan siswa harus dilakukan secara cepat dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

“Jika ada masalah-masalah, kerja sama dengan kepala sentra. Jadi, kenapa kepala sentra saya libatkan di sini? Tolong, setiap ada kasus, segera bantu kepala sentra. Kemudian, proses rehabilitasinya dimulai di sentra-sentra bapak-ibu sekalian. Jangan dibiarkan kalau ada kasus-kasus,” tegas dia.

Kepala Sekolah Jadi Kompas Moral

Gus Ipul menegaskan kepala sekolah memiliki posisi penting sebagai pemimpin tertinggi sekaligus kompas moral dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, mereka dituntut memastikan lingkungan Sekolah Rakyat terbebas dari tindakan yang mengarah pada perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi.

Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang masuk dalam tiga dosa besar pendidikan tersebut.

“Jadi kita mohon maaf sekali, kita tidak menolerir adanya tindakan yang mengarah kepada tiga hal itu (perundungan, kekerasan fisik/seksual, dan intoleransi),” pungkasnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id