SURABAYA (Surau.ID) – Kepulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya terus berjalan hingga mencapai 20 kelompok terbang (kloter) yang telah tiba dengan selamat di Tanah Air. Di tengah rasa syukur atas kepulangan ribuan jemaah lainnya, terdapat catatan pilu mengenai tiga orang jemaah yang terpaksa tertunda kepulangannya lantaran harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi. Mereka belum diizinkan kembali ke Indonesia karena kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut di Tanah Suci.
Pemantauan Kondisi Jemaah di Arab Saudi
Ketiga jemaah tersebut hingga kini masih berada dalam pengawasan medis di fasilitas kesehatan setempat dengan pendampingan dari tim kesehatan haji. Mohammad Dzikri Muiz (65), jemaah kloter 4 asal Kabupaten Probolinggo, saat ini tengah dirawat di RS Jeddah karena menderita kanker.
Sementara itu, Siti Mutmainah Asari (64) dari kloter 14 asal Kota Malang dirawat di RS Bandara Taif. Adapun Matory Ahmad Jalil (78) yang juga berasal dari kloter 14 asal Kota Malang menjalani perawatan di RS King Faisal akibat keluhan sesak napas yang cukup serius. Kondisi mereka terus dipantau secara ketat agar mendapatkan penanganan yang memadai.
Koordinasi Intensif dan Harapan Kesembuhan
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan kesehatan ketiga jemaah tersebut. Dalam keterangannya di Asrama Haji Sukolilo pada Sabtu (6/6/2026), Anam menyatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan terbaik.
Harapannya, kondisi kesehatan mereka segera membaik sehingga dapat dipulangkan ke Tanah Air apabila tim medis di sana telah menyatakan mereka dalam kondisi laik terbang (fit to fly). PPIH berkomitmen untuk tidak membiarkan jemaah tersebut berjuang sendirian di negeri orang tanpa pengawasan yang jelas.
Refleksi Duka bagi Keluarga dan Masyarakat
Selain kabar mengenai jemaah yang masih dirawat, PPIH Debarkasi Surabaya juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua jemaah haji saat dalam perjalanan pulang ke Indonesia pada Kamis (4/6/2026). Hery Widianto (69) dari kloter 12 asal Kota Malang dilaporkan wafat saat berada di dalam pesawat, sekitar 30 menit sebelum mendarat di Bandara Internasional Juanda.
Di waktu yang hampir bersamaan, Wayan Rohani Suwasti (63) yang berasal dari kloter yang sama meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Haji Surabaya. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya keluarga besar santri dan masyarakat religius, akan beratnya tantangan fisik dalam menunaikan ibadah haji.
Ibadah yang membutuhkan ketahanan prima ini terkadang menyisakan kisah haru di akhir perjalanannya. Seluruh elemen masyarakat pun diajak untuk mengirimkan doa terbaik bagi kesembuhan tiga jemaah yang masih dirawat serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga pengabdian mereka dalam menunaikan rukun Islam kelima ini dicatat sebagai amal saleh dan membawa keberkahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Proses pemulangan jemaah haji dari kloter-kloter berikutnya akan tetap berlanjut dan kita berharap semoga seluruh jemaah yang tersisa dapat kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat walafiat.