Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
04 Maret 2026 | 18:10 WIB
Inspirasi

Tips Rezeki Anti Macet Ala Kiai Anwar Manshur Lirboyo

IMG
KH Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri (Foto: Istimewa).

 

LIRBOYO (Surau.ID) – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Manshur mengingatkan pentingnya menjaga integritas moral dan spiritual sebagai jalan membuka pintu rezeki. Dalam pandangannya, hambatan rezeki tidak selalu berkaitan dengan kurangnya usaha, melainkan bisa bersumber dari kebiasaan yang kerap dianggap remeh dalam kehidupan sehari-hari.

“Seseorang dapat terhalang rezekinya karena dosa yang ia lakukan,” ujar Kiai Anwar dalam pengajian Ramadhan Kitab Ta’limul Muta’allim yang tayang di kanal Youtube Lirboyo, diakses NU Online pada Selasa (3/3/2026).

Menurut Pengasuh Pesantren Lirboyo itu, Islam memandang rezeki bukan semata hasil kalkulasi matematis dari kerja keras. Ada dimensi batin yang turut menentukan kelapangan maupun kesempitan hidup seseorang. Relasi spiritual antara hamba dan Sang Pencipta, kata dia, menjadi faktor yang tak terpisahkan dari ikhtiar lahiriah.

Kebohongan dan Kebiasaan Sepele

Salah satu kebiasaan yang disorotinya adalah kebohongan. Ia menilai dusta bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi memiliki konsekuensi spiritual yang panjang terhadap keberkahan hidup. “Kebohongan itu mewariskan kefakiran,” ucapnya.

Ia pun mengajak jamaah merefleksikan realitas sosial yang kerap menormalisasi kebohongan, baik dalam urusan pribadi maupun publik. Perilaku yang dianggap kecil, lanjutnya, bisa menjadi penghalang rezeki karena merusak kebersihan hati dan integritas batin.

Selain itu, Kiai Anwar menyinggung kebiasaan tidur setelah waktu subuh. Ia menilai pagi hari merupakan momentum penting turunnya keberkahan.

“Waktu pagi adalah saat di mana keberkahan didistribusikan. Tidur di waktu pagi itu menghalangi rezeki,” tutur Mustasyar PBNU tersebut.

Karena itu, ia mendorong umat Islam untuk menghidupkan waktu fajar dengan aktivitas yang bernilai ibadah maupun produktif. Zikir, membersihkan rumah, hingga menjaga kebersihan wadah makanan disebutnya sebagai bagian dari ikhtiar spiritual.

“Menyapu halaman rumah dan menjaga kebersihan wadah makanan adalah bagian dari upaya menarik kekayaan,” ungkapnya.

Fondasi Keberkahan

Lebih jauh, Kiai Anwar menekankan kualitas ibadah sebagai fondasi kelapangan rezeki. Shalat, menurutnya, tidak cukup dilakukan sekadar menggugurkan kewajiban. Unsur tuma’ninah atau ketenangan menjadi penentu nilai spiritual ibadah tersebut.

Ia juga menyoroti praktik shalat yang dilakukan tergesa-gesa tanpa penghayatan, padahal dalam perspektif tasawuf, kualitas hubungan dengan Allah diyakini berbanding lurus dengan keberkahan hidup.

“Rutinitas shalat Dhuha dan pembacaan Surah Al-Waqi’ah juga dapat sebagai amalan memperlancar rezeki yang paling ampuh,” tuturnya.

Di tengah kompetisi material yang semakin ketat, Kiai Anwar menegaskan persoalan rezeki tidak hanya bertumpu pada strategi ekonomi. Pembenahan moral dan spiritual, kata dia, menjadi fondasi utama dalam membuka pintu keberkahan.

“Menjaga diri itu wajib supaya pintu-pintu rezeki dan keberkahan datang,” pungkas Kiai Anwar.

Penulis: Ach Jalaluddin Ar Rumi
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id