Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
13 Juni 2026 | 21:25 WIB
Daerah

Tradisi Pesantren Dinilai Relevan Bangun Nalar Kritis Mahasiswa

IMG
Bedah novel 86 di Auditorium Pesantren Sukorejo. (Foto: Surau.ID/Ist).

 

SITUBONDO (Surau.ID) – Penulis nasional, Okky Madasari, Ph.D., mengajak mahasiswa Universitas Ibrahimy (UNIB) Sukorejo untuk membangun tradisi membaca secara mendalam atau deep reading sebagai bekal menghadapi derasnya arus informasi digital. Pesan tersebut disampaikan dalam bedah novel 86 yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) UNIB di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Jumat (12/06/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Buku sebagai Oase di Tengah Krisis Literasi Generasi Z: Membangun Budaya Deep Reading untuk Memperkuat Kemampuan Riset, Argumentasi, dan Literasi Informasi” itu diikuti ratusan mahasiswa. Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya membaca sebagai sarana memahami realitas sosial dan membangun cara berpikir yang lebih kritis.

Dalam pemaparannya, Okky menilai kemudahan akses informasi pada era digital tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pemahaman. Menurutnya, Generasi Z menghadapi tantangan besar karena terbiasa mengonsumsi informasi secara cepat tanpa proses pendalaman yang memadai.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk kembali membiasakan diri membaca secara mendalam. Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk mengasah kemampuan analisis, memperkuat argumentasi, dan meningkatkan kualitas berpikir kritis.

“Upaya untuk membangun pikiran kritis sejak zaman sebelum Indonesia ada itu dimulai dari pondok pesantren,” ujar Okky.

IMG

Tradisi Pesantren dan Literasi

Menurut Okky, pesantren memiliki warisan intelektual yang kuat melalui tradisi pengkajian kitab dan teks-teks keilmuan. Tradisi tersebut, kata dia, tetap relevan untuk menjawab tantangan literasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Pandangan serupa disampaikan Dr. Ust. Abdul Wahid, M.H.I., yang hadir sebagai pembanding dalam diskusi tersebut. Ia menegaskan bahwa kualitas bacaan memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang memahami persoalan dan mengambil kesimpulan.

Karena itu, mahasiswa didorong lebih cermat dalam memilih referensi yang dapat memperkaya wawasan akademik. Literasi, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan kuantitas membaca, tetapi juga kualitas sumber yang digunakan.

Kegiatan ini turut dihadiri Rektor UNIB, Dr. Khairul Anwar, M.H.I., Kepala Biro AAK Achmad, S.Ag., M.Pd.I., M.Akun., serta sejumlah dosen dan civitas akademika lainnya.

Pimpinan Redaksi LPM UNIB, Nabilatus Syarifah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan tokoh literasi nasional. Selain memperluas wawasan, forum itu juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk aktif menulis dan menyampaikan gagasan secara kritis.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai tantangan literasi di era digital. Salah satu peserta, Rajawanadia Nurwahidah, mengaku memperoleh perspektif baru tentang pentingnya membaca sebagai bekal menghadapi kehidupan dan perkembangan zaman.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id