Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
04 Februari 2026 | 05:29 WIB
Daerah

Tragis di Ngada, Anak SD Meninggal Diduga Dipicu Keterbatasan Ekonomi Keluarga

IMG
Surat untuk ibu yang ditinggalkan korban (istimewa)

 

Ngada, Surau.ID – Peristiwa memilukan terjadi di Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa sekolah dasar (SD) berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia, diduga dipicu tekanan emosional akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Korban diketahui berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan. Ia tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu, seorang orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak.

Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya yang ditulis dalam Bahasa Bajawa. Surat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan berisi pesan perpisahan yang menyentuh.

Peristiwa ini mengejutkan warga setempat sekaligus menyita perhatian publik secara luas. Tragedi tersebut dinilai mencerminkan persoalan kemiskinan, akses pendidikan, serta kondisi psikologis anak di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Sosial.

“Kami prihatin, turut berduka. Tentu ini menjadi perhatian dan atensi kita bersama, termasuk pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan dan memperbaiki data,” kata Saifullah Yusuf saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2), dikutip dari ANTARA.

Saifullah Yusuf menekankan pentingnya penguatan basis data kesejahteraan sosial agar seluruh keluarga, terutama yang berada dalam kategori miskin ekstrem dan miskin, dapat terjangkau oleh program perlindungan sosial.

“Ini hal yang sangat penting. Kembali pada data, bagaimana data itu kita kelola sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau keluarga-keluarga yang memerlukan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan,” ujarnya.

Menurutnya, tragedi tersebut harus menjadi refleksi bersama agar negara hadir lebih kuat dalam melindungi anak-anak dan keluarga rentan.

“Ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” tegasnya.

Peristiwa ini membuka kembali diskusi publik tentang dampak kemiskinan terhadap kondisi psikologis anak, akses pendidikan, serta pentingnya peran negara dan masyarakat dalam memberikan pendampingan sosial bagi keluarga rentan.

Kasus di Ngada menjadi pengingat bahwa persoalan kesejahteraan sosial tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut kesehatan mental, perlindungan anak, dan masa depan generasi bangsa.

Catatan untuk Pembaca

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan menyakiti diri sendiri.
Bagi siapa pun yang mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, penting untuk segera mencari bantuan dengan berbicara kepada keluarga, teman, atau tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater di fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Penulis: Agus Sholeh
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id