PROBOLINGGO (Surau.ID) – Sebagai upaya mengintegrasikan teori bangku sekolah dengan realita di lapangan, SMK Kesehatan Sunan Kalijaga, Banyuanyar Tengah, menggelar aksi pengabdian masyarakat di Desa Blado Wetan pada Kamis (7/5/2026). Dimulai sejak pukul 07.00 WIB, kegiatan ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kompetensi mereka di sektor kesehatan publik.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah berkolaborasi dengan unit Posyandu Desa Blado Wetan. Sebanyak dua guru pendamping mengawal langsung para siswa kelas 12 yang bertugas. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang membawa balita mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.
Para siswa tampak cekatan melakukan serangkaian prosedur medis dasar, mulai dari: pendataan observasi kesehatan warga, pemeriksaan tekanan darah (tensimeter), pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan bayi serta balita.
Kepala SMK Kesehatan Sunan Kalijaga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari kurikulum sekolah yang berbasis kesehatan.
“Kegiatan ini adalah bentuk pemahaman teori yang langsung diimplementasikan ke masyarakat. Karena fokus jurusan kita adalah kesehatan, maka terjun langsung seperti ini adalah ujian mental dan kompetensi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Menurut Bu Lisa sapaan akrabnya, program pengabdian ini rencananya akan dijadikan agenda rutin dan dilaksanakan secara berkala.
Pihak sekolah menyadari bahwa setelah lulus, para siswa akan kembali menjadi bagian dari masyarakat.
“Oleh karena itu, pemahaman mengenai dinamika sosial dan pelayanan kesehatan di tingkat desa menjadi sangat krusial,” ucapnya.
Harapan besarnya, lanjutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi syarat akademis, tetapi juga menumbuhkan jiwa empati dan profesionalisme sejak dini bagi calon tenaga kesehatan masa depan.
Sementara menurut Fika Irrohmania, salah satu siswi kelas 12 yang turut bertugas, mengaku sangat terbantu dengan adanya praktik lapangan ini.
Bagi dia, pengalaman menghadapi pasien secara langsung memberikan perspektif berbeda dibanding sekadar simulasi di laboratorium sekolah.
Menurutnya, sebelumnya kami sudah mempelajari teori tentang dunia Posyandu, termasuk proses perkembangan dan pertumbuhan anak. Jadi, saat di lapangan kami sudah paham teknisnya.
“Saya pribadi merasa ini sangat menarik karena teori benar-benar diaplikasikan,” ungkapnya
Meski sebentar lagi akan menanggalkan seragam sekolah, Fika berharap program ini tetap lestari bagi adik-adik kelasnya.
“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut meskipun saya sebentar lagi lulus. Manfaatnya sangat terasa, baik bagi kami sebagai siswa maupun bagi warga,” pungkasnya.