Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
13 Desember 2025 | 12:55 WIB
Daerah

30 KK Terisolasi, Banjir Bandang Putus Akses Antar Desa di Probolinggo

Bupati probolinggo mohammad haris meninjau salah satu jembat rajt
Bupati Probolinggo Mohammad Haris meninjau salah satu jembatan yang rusak di Desa Andungbiru yang diterjang banjir bandang, Jumat (12/12/2025). (Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Probolinggo)

 

Probolinggo, Surau.ID – Dampak banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, masih dirasakan warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan sebanyak 30 kepala keluarga (KK) hingga kini belum dapat beraktivitas normal karena terputusnya jembatan penghubung antar desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, menjelaskan banjir bandang terjadi setelah hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan tersebut dalam waktu lama. Luapan sungai membawa material lumpur dan merusak sejumlah jembatan vital yang menjadi akses utama masyarakat.

“Hari ini kami sudah membangun jembatan darurat di beberapa titik sehingga sebagian warga yang sebelumnya terisolasi bisa kembali beraktivitas. Namun masih ada sekitar 30 KK yang belum terjangkau karena jembatan penghubungnya rusak cukup parah,” ujar Oemar, Jumat (12/12).

Ia mengungkapkan, sebelumnya jumlah warga yang terisolasi mencapai sekitar 500 KK akibat rusaknya enam jembatan. Pembangunan jembatan darurat yang dimulai sejak Jumat pagi berhasil membuka kembali akses di sejumlah lokasi. Adapun desa yang mengalami dampak paling signifikan yakni Desa Andungbiru, Desa Tlogoargo, dan Desa Tiris, yang berada di kawasan lereng Pegunungan Argopuro dan diguyur hujan deras pada Kamis (11/12) malam.

“Cuaca hari ini cukup mendukung sehingga proses pembangunan jembatan darurat bisa dilakukan secara gotong royong bersama berbagai pihak,” katanya. Pekerjaan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Andungbiru dan Desa Tiris dijadwalkan berlanjut pada Sabtu (13/12) dengan harapan seluruh akses warga dapat segera pulih.

Selain infrastruktur, BPBD mencatat dampak banjir bandang juga mengenai permukiman warga. Sebanyak empat rumah di Desa Andungbiru dan 13 rumah di Desa Tiris mengalami kerusakan akibat terjangan air bercampur lumpur. Meski banjir telah surut, sisa material masih menumpuk di sejumlah rumah.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun warga masih membutuhkan pembersihan dan pemulihan lingkungan,” ujar Oemar. Hujan deras di kawasan Pegunungan Argopuro juga memicu tanah longsor yang berdampak pada dua rumah di Desa Andungbiru.

BPBD Probolinggo mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi sesuai peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Penulis: ZH Rizqiyansyah
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id