Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
15 Juli 2026 | 19:09 WIB
Nasional

Lima Profesor BRIN Beberkan Solusi Ilmiah untuk Menjawab Persoalan Strategis Indonesia

Gedung BRIN
Gedung BRIN Tangerang Selatan. {Foto: BRIN}

 

JAKARTA (Surau.ID) – Lima profesor riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan berbagai hasil penelitian yang menawarkan solusi terhadap beragam persoalan strategis nasional, mulai dari penguatan koperasi, pengelolaan lahan basah, peningkatan mutu kakao, tata kelola perikanan, hingga pemerataan layanan kesehatan. Gagasan tersebut mereka sampaikan melalui orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya.

Kelima profesor riset tersebut ialah Johnny Walker Situmorang dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan; Hidayat dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air; Tri Marwati dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan; Umi Muawanah dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan; serta Wahyu Pudji Nugraheni dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi.

Profesor Riset Johnny Walker Situmorang mengawali orasi ilmiahnya bertajuk Penguatan Kewirausahaan Koperasi Membangun Kedaulatan Ekonomi Rakyat untuk Mewujudkan Koperasi sebagai Sokoguru Perekonomian Indonesia. Ia menilai koperasi belum mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai sokoguru perekonomian nasional, meski amanat tersebut telah tercantum dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Johnny menjelaskan, koperasi masih menghadapi beragam persoalan kelembagaan yang membuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional belum maksimal. Karena itu, ia menawarkan konsep kewirausahaan koperasi yang menempatkan koperasi tidak hanya sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai institusi sosial yang mampu menyelesaikan persoalan struktural ekonomi sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.

“Kewirausahaan koperasi membangun model bisnis koperasi sebagai badan usaha yang berfungsi sosial sehingga koperasi dapat menjadi sokoguru perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Di bidang teknologi pangan, Profesor Riset Tri Marwati mengangkat orasi bertajuk Menjawab Tantangan Mutu dan Nilai Tambah Kakao Indonesia: Inovasi Fermentasi Berbasis Bakteri Asam Laktat Lokal. Ia mengembangkan teknologi fermentasi biji kakao yang memanfaatkan bakteri asam laktat lokal sehingga proses fermentasi berlangsung lebih terkontrol.

Teknologi tersebut meliputi isolasi dan seleksi kultur starter, pengendalian jamur penghasil mikotoksin, peningkatan mutu cita rasa cokelat, hingga pengembangan cokelat probiotik. Menurut Tri, inovasi itu mampu meningkatkan daya saing kakao Indonesia sekaligus menghasilkan produk pangan yang lebih aman dan bernilai tambah.

“Pemanfaatan bakteri asam laktat lokal membuka peluang besar bagi peningkatan daya saing kakao Indonesia di pasar global sekaligus menghasilkan produk pangan yang lebih berkualitas dan aman,” ungkap Tri.

Perkuat Ekosistem dan Perikanan

Profesor Riset Hidayat memaparkan hasil penelitiannya melalui orasi Dinamika dan Mekanisme Sistem Hidrologi Lahan Basah Dataran Banjir Tropis. Berdasarkan riset di Sungai Mahakam, Sungai Kapuas, dan Danau Sentarum, ia menjelaskan bahwa lahan basah memiliki fungsi penting sebagai penyimpan air alami, penahan puncak banjir, sekaligus penopang produktivitas biota perairan.

Menurut Hidayat, pemahaman terhadap sistem hidrologi lahan basah menjadi fondasi penting dalam merancang pengelolaan sumber daya air yang adaptif sekaligus mendukung restorasi ekosistem secara berkelanjutan.

“Pemahaman terhadap dinamika hidrologi lahan basah menjadi dasar penting bagi pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif dan restorasi ekosistem yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Profesor Riset Umi Muawanah mengusung orasi bertajuk Tata Kelola Perikanan Berkeadilan: Integrasi Ekonomi, Hak Ulayat, dan Konservasi. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan sektor perikanan nasional.

Umi menawarkan tata kelola berbasis ilmu pengetahuan melalui model bioekonomi dan Maximum Economic Yield, disertai penguatan konservasi berbasis masyarakat dengan mengakui hak ulayat serta menerapkan skema co-management. Berbagai penelitian yang ia lakukan menunjukkan bahwa kelembagaan lokal seperti Sasi Laut, Awig-awig, Panglima Laot, dan Mane’e mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat, mengurangi konflik, menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Tata kelola perikanan yang berkeadilan merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi biru Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Umi.

Percepat Akses Layanan Kesehatan

Profesor Riset Wahyu Pudji Nugraheni menutup rangkaian orasi dengan memaparkan hasil penelitiannya berjudul Optimalisasi Kemitraan Pemerintah dengan Swasta dalam Mempercepat Ekuitas Akses Layanan Kesehatan di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penguatan pembiayaan kesehatan, digitalisasi layanan, serta kemitraan pemerintah dan swasta yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah mampu meningkatkan akses sekaligus mutu pelayanan kesehatan.

Menurut Wahyu, hasil penelitian tersebut dapat menjadi pijakan dalam membangun sistem kesehatan nasional yang lebih inklusif, berkeadilan, dan mampu memperkuat keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kolaborasi yang terencana dan berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id