TASIKMALAYA (Surau.ID) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong perempuan Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga. Ia menilai pemanfaatan lahan pekarangan dapat membantu menekan pengeluaran keluarga di tengah tekanan ekonomi saat ini.
Arifah Fauzi mengajak perempuan untuk memulai langkah sederhana dengan menanam kebutuhan dapur sendiri di lingkungan rumah. Ia mencontohkan komoditas seperti cabai yang mudah dibudidayakan dan memiliki dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
“Ayo manfaatkan pekarangan yang ada di sekitar kita untuk menghemat pengeluaran keluarga. Salah satunya adalah dengan menanam kebutuhan dapur sendiri, seperti cabai. Jika perempuan mampu memenuhi kebutuhan dapurnya secara mandiri dari lingkungan sekitar, ini menjadi potensi yang luar biasa bagi ketahanan keluarga,” ujar Menteri PPPA dalam Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah (Mustika Darling) dan Penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Bunda dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jumat (19/6).
Ia juga menegaskan bahwa aktivitas menanam di pekarangan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memberi manfaat lingkungan dan nilai spiritual.
“Ini adalah bentuk sedekah oksigen yang pahalanya luar biasa. Ketika para ibu menanam di pekarangan rumah masing-masing, esensinya kita mendapatkan manfaat untuk dunia sekaligus investasi untuk akhirat,” tambah Menteri PPPA.
Ekonomi Keluarga Lebih Mandiri
Selain isu ketahanan pangan, Menteri PPPA juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia mengingatkan keluarga untuk meningkatkan kewaspadaan karena kekerasan kerap terjadi di lingkungan terdekat, termasuk dalam ruang domestik.
“Saat ini, tantangan kita semakin berat karena kekerasan, baik fisik, emosional, maupun seksual, berada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak korban kekerasan yang pelakunya justru berada di dalam rumah kita sendiri. Oleh karena itu, sinergi dan peran aktif perempuan dalam menjaga keluarga serta melindungi anak-anak menjadi kunci utama,” tegas Menteri PPPA.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah dapat membantu menurunkan pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan.
Ia mencontohkan konsumsi cabai yang cukup besar dalam rumah tangga sehari-hari. Menurutnya, kebutuhan tersebut dapat ditekan jika keluarga memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.
“Konsumsi cabai per rumah tangga bisa mencapai Rp3.000 per hari. Angka ini dapat ditekan jika para perempuan memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai dan kebutuhan lainnya. Langkah ini tidak hanya menghemat anggaran belanja, tetapi juga membuka peluang bagi ibu-ibu untuk berwirausaha dan menjadi lebih berdaya,” kata Viman.
Edukasi Keluarga dari Pekarangan Rumah
Viman juga menilai aktivitas bertani di pekarangan rumah dapat menjadi sarana edukasi keluarga, terutama dalam membentuk karakter dan pemenuhan hak anak di lingkungan rumah.
“Dalam proses ini, kita juga belajar untuk memprioritaskan pemenuhan hak dasar anak yang sering kali terabaikan. Setidaknya ada tiga hak dasar anak yang harus dipastikan pemenuhannya di tingkat keluarga, yaitu hak untuk didengarkan pendapatnya, hak untuk mendapatkan kasih sayang, dan hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tutur Viman.
Pada kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Bunda yang dikelola Yayasan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini memperluas jaringan layanan kesehatan di wilayah Priangan Timur.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, KGS Hamdani, menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
“RSIA Sayang Bunda merupakan rumah sakit ke-30 yang menjalin kerja sama dengan kami. Saat ini, BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya yang membawahi Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tasikmalaya, telah bermitra dengan 30 Rumah Sakit dan 321 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendekatkan dan menyiapkan akses layanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh peserta,” pungkas Hamdani.