Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
20 Juli 2026 | 19:17 WIB
Daerah

Universitas Bondowoso Jadikan KKN sebagai Laboratorium Pembangunan Desa Berbasis Digital

Foto bersama KKN Universitas Bondowoso (Foto: Surau.ID/Ist)

 

BONDOWOSO (Surau.ID) – Universitas Bondowoso mulai menggeser paradigma Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sekadar program pengabdian mahasiswa menjadi laboratorium pembangunan desa yang berorientasi pada inovasi, digitalisasi, dan penyelesaian persoalan masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Pembekalan KKN Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Senin (20/7/2026), di Ruang Pekerti Universitas Bondowoso. Sebanyak mahasiswa yang akan diterjunkan ke Kecamatan Tlogosari dibekali strategi penyusunan program yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Rektor Universitas Bondowoso, Samsul Arifin, S.Pd.I., M.H.I., mengatakan bahwa KKN harus mampu menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan yang menghasilkan perubahan nyata di desa.

Baginya, KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Universitas Bondowoso diharapkan mampu menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Tlogosari.

“Selain itu, jagalah etika, akhlak, dan nama baik almamater selama berinteraksi dengan masyarakat, karena keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari keteladanan sikap dan integritas mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan desa saat ini membutuhkan pendekatan baru yang mampu mengoptimalkan teknologi digital tanpa meninggalkan potensi lokal. Karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi penghubung antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, S.H., M.H., menjelaskan bahwa seluruh program mahasiswa wajib disusun berdasarkan hasil observasi lapangan sehingga mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Program KKN, lanjutnya, harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, berorientasi pada solusi, serta memiliki keberlanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan,” katanya.

Tema “Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tlogosari” diwujudkan melalui berbagai program, seperti digitalisasi UMKM, pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, administrasi desa berbasis elektronik (e-government), literasi digital, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Selain transformasi digital, pelaksanaan KKN tahun ini juga menjadi bagian dari dukungan Universitas Bondowoso terhadap Program Mahasiswa Peduli Stunting (Mahasiswa Penting) yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Melalui program tersebut, mahasiswa akan terlibat dalam edukasi kesehatan, pendampingan posyandu, peningkatan gizi keluarga, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis data.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Yuda Yulianto, S.I.P., M.I.P., mengingatkan bahwa keberhasilan KKN bukan hanya ditentukan oleh inovasi program, tetapi juga kemampuan mahasiswa membangun kepercayaan masyarakat.

Tambahnya, Mahasiswa harus menjunjung tinggi tata krama, menghormati nilai-nilai sosial dan budaya setempat, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa hendaknya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara partisipatif dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, Universitas Bondowoso berharap KKN tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih adaptif, mandiri, dan berdaya saing di era digital.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id