JAKARTA (Surau.ID) – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla mendorong umat Islam memperkuat sektor perekonomian dan pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa dalam KUII VIII di Jakarta pada 26 Juli 2026.
Kemandirian nasional dinilai masih menghadapi tantangan serius akibat tingginya ketergantungan luar negeri, meski Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah serta populasi muslim terbesar dunia.
Penguatan ekonomi umat berlandaskan teladan Nabi Muhammad SAW yang berdagang dinilai sangat penting untuk mengatasi ketertinggalan dan memperkecil kesenjangan ekonomi dari negara tetangga.
Penguatan Ekonomi Umat
Kemandirian finansial umat Islam harus segera diwujudkan secara terfokus melalui penguasaan sektor perdagangan dan konsolidasi lembaga keuangan syariah yang kuat.
Langkah strategis tersebut diperkuat lewat rencana deklarasi piagam khusus mengenai konsolidasi ekonomi keuangan syariah pada rangkaian sidang pleno kongres.
Pentingnya Keseimbangan Pendidikan
Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi modern harus selalu berjalan beriringan dengan penanaman akhlak mulia agar membawa kemaslahatan bersama.
“Karena agama memberikan akhlak yang baik, sementara ilmu pengetahuan bisa mendorong perekonomian kita,” ujar Jusuf Kalla selaku Ketua Umum DMI pada 26 Juli 2026.
Keseimbangan antara ilmu agama, iptek, serta etika moral menjadi kunci mutlak agar kemajuan bangsa tidak menimbulkan malapetaka bagi kehidupan masyarakat luas.