JAWA TIMUR (Surau.ID) – Upaya mengembangkan ekonomi daerah terus digencarkan. Salah satu upaya tersebut dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Menurutnya, upaya tersebut dapat ditopang dengan menjadikan produk halal sebagai salah satu pilar utama pengembangan ekonomi daerah yang salah satu aktor penggeraknya adalah pesantren.
Khofifah menegaskan, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk halal, termasuk keberadaan pondok pesantren yang tersebar luas. Ia yakin, Jawa Timur mampu menjadi salah satu pusat pengembangan industri halal di Indonesia.
“Jawa Timur dikenal provinsi yang banyak pesantrennya. Oleh karena itu pesantren juga menjadi mesin penggerak produk halal,” katanya.
Khofifah pun menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara konsisten mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah, di mana produk halal menjadi salah satu pilar utama. Ia juga menilai bahwa konsep halal saat ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus nilai tambah bagi konsumen.
“Saat ini halal sudah menjadi customer value bukan hanya soal sisi religius tapi ada value di dalamnya. Dan kami senantiasa akan terus fokus,” kata Khofifah, dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan data Pemprov Jawa Timur, dari total 124 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di Indonesia, sebanyak 15 LPH berada di Jawa Timur. Selain itu terdapat 85 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dari total 393 LP3H nasional.
Jawa Timur juga memiliki 16.424 pendamping Proses Produk Halal (PPH) dari total 129.368 pendamping secara nasional sebagai bagian penguatan ekosistem halal.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim meraih tiga penghargaan UB Halal Metric Award 2026, yang disebut Khofifah merupakan hasil sinergi pemerintah kabupaten/kota, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta kalangan akademik.
Penghargaan yang diraih meliputi dua Gold Winner pada kategori Commitment to the Development of Halal Infrastructure 2026 dan Commitment to the Development of Halal Education 2026, serta satu Silver Winner pada kategori Commitment to the Development of Halal Innovation, Collaboration, and Public Empowerment 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang mewakili Khofifah.
“Ini juga didukung dengan kontribusi Bupati/Walikota yang fokus pada produk Halal. Kami di Jawa Timur senantiasa fokus pada ekosistem ekonomi syariah yang salah satunya juga adalah produk halal,” ucap Khofifah. (*)