Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
15 Agustus 2026 | 19:44 WIB
Daerah

Harjabo ke-207, Bupati Ra Hamid Ajak Bondowoso Menjadikan Sejarah sebagai Cermin Pembangunan

IMG 20260815 WA0084

 

BONDOWOSO (Surau.ID) – Peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan berdirinya daerah, tetapi juga ruang untuk meneguhkan kembali tanggung jawab generasi saat ini terhadap masa depan Bondowoso.

Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. saat memberikan sambutan dalam Istighosah dan Tasyakuran Harjabo ke-207, Sabtu (15/8/2026).

Abdul Hamid Wahid mengajak masyarakat melihat sejarah Bondowoso bukan sebatas rangkaian peristiwa masa lalu. 

Menurutnya, perjalanan panjang daerah sejak 1819 menyimpan nilai perjuangan yang dapat menjadi pijakan dalam membangun Bondowoso hari ini.

“Peringatan Harjabo ke-207 ini membawa ingatan kita pada tonggak sejarah penting daerah kita. Pada tahun 1819, berdiri sebuah wilayah yang menjadi cikal bakal Kabupaten Bondowoso,” ujarnya.

Dalam perjalanan sejarah tersebut, sosok Ki Ronggo atau Raden Bagus Asra menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan. Bersama keluarga dan para pengikutnya, Ki Ronggo disebut sebagai perintis yang meletakkan dasar terbentuknya Bondowoso.

Atas perjuangan tersebut, Abdul Hamid menyampaikan penghormatan dan penghargaan kepada Ki Ronggo. 

Ia berharap nilai pengabdian dan keteladanan para pendahulu dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Semoga dedikasi dan keteladanan Ki Ronggo menjadi inspirasi bagi kita untuk terus merawat dan memajukan daerah ini,” katanya.

Lebih dari dua abad kemudian, Bondowoso menghadapi persoalan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, menurut Abdul Hamid, mengenang sejarah harus diikuti dengan kesadaran untuk mengisi perjalanan daerah melalui kerja nyata.

Momentum Harjabo, lanjutnya, menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Kemajuan Bondowoso tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kontribusi berbagai elemen masyarakat.

Melalui istighosah dan tasyakuran, Abdul Hamid juga mengajak masyarakat memanjatkan doa agar Bondowoso senantiasa diberikan ketenteraman, kesejahteraan, dan kemajuan.

“Marilah kita satukan niat dan tekad. Kita memohon pertolongan Allah SWT agar Bondowoso senantiasa dinaungi kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan,” tuturnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajat, Dandim 0822 Letkol Inf. Prawito, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dr. David P. Duarsa, S.H., M.H., CSSL, Ketua Pengadilan Negeri Bondowoso Ahmad Ismail, S.H., M.H., jajaran pejabat Pemkab Bondowoso, keluarga besar Ki Ronggo, alim ulama, kiai, tokoh agama, serta tamu undangan.

Peringatan Harjabo ke-207 pun menjadi pengingat bahwa usia panjang sebuah daerah bukan hanya tentang bertambahnya angka, melainkan tentang sejauh mana warisan perjuangan masa lalu mampu diterjemahkan menjadi kerja dan pengabdian di masa kini.

Dari sejarah Ki Ronggo, Bondowoso telah mewarisi sebuah fondasi. Tugas generasi sekarang adalah memastikan fondasi itu tidak sekadar dikenang, tetapi terus dibangun menjadi masa depan yang lebih baik.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id