Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
30 Agustus 2026 | 00:59 WIB
Daerah

Bupati Bondowoso Tekankan Makna Kebersamaan di Balik 2.350 Peserta Night Run

IMG 20260829 WA0161

 

BONDOWOSO (Surau.ID) – Bondowoso Night Run 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207. Ajang lari malam yang digelar Sabtu (29/8/2026) tersebut diikuti sekitar 2.350 peserta dari Bondowoso maupun luar daerah.

Mengusung tema “Run, Glow and Culture”, kegiatan ini memadukan olahraga lari 5 kilometer dengan tata cahaya, seni dan budaya. Kehadiran komunitas lari dari sejumlah daerah hingga pelari nasional membuat suasana pusat Kabupaten Bondowoso semakin semarak.

Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., mengatakan Bondowoso Night Run tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar prestasi olahraga.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap daerah.

“Momentum bersejarah ini harus semakin meningkatkan rasa bangga dan cinta kita terhadap daerah,” ujarnya.

Ia menilai momentum Harjabo ke-207 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengenang perjalanan sejarah serta perjuangan para pendahulu dalam membangun Bondowoso.

Bupati juga melihat kehadiran peserta dari luar daerah sebagai kesempatan untuk memperkenalkan Bondowoso melalui kegiatan yang positif. 

Olahraga, lanjutnya, budaya dan interaksi masyarakat diharapkan dapat membentuk citra daerah yang terbuka dan memiliki beragam potensi.

“Melalui kegiatan ini, kita memperkenalkan Bondowoso sebagai daerah yang ramah, inovatif dan berbudaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disparbudpora Bondowoso I Gede Budiawan, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa konsep “Run, Glow and Culture” memang dirancang untuk menggabungkan olahraga dengan promosi potensi daerah.

“Peserta yang berpartisipasi pada malam hari ini kurang lebih 2.350 orang. Terdiri dari pelari lokal Bondowoso, dari beberapa kabupaten dan kota di sekitar kita, komunitas lari, termasuk peserta pelari nasional,” jelasnya.

Menurut Gede Budiawan, jumlah peserta tersebut juga membuka peluang munculnya dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran peserta dari luar daerah berpotensi meningkatkan hunian hotel dan penginapan serta aktivitas UMKM dan kuliner di pusat kota.

“Sekaligus membawa dampak ekonomi, peningkatan hunian hotel, penginapan, serta peningkatan omzet para pelaku UMKM dan kuliner di sekitar pusat kota,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga berlangsung beriringan dengan Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau 2026. Kondisi ini memberikan kesempatan kepada peserta dan masyarakat untuk menikmati sekaligus membeli berbagai produk lokal yang ditampilkan.

Gede Budiawan berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu memperluas promosi pariwisata dan budaya Bondowoso, termasuk memperkuat dukungan terhadap Ijen UNESCO Global Geopark.

“Harapan kami dari capaian dan dampak kegiatan yang kita selenggarakan pada malam hari ini, kita bisa mempromosikan pariwisata dan budaya Bondowoso, bisa mendukung Ijen UNESCO Global Geopark,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati Abdul Hamid Wahid mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat agar kemeriahan acara tetap diiringi tanggung jawab bersama. Ketertiban, keselamatan dan kebersihan harus menjadi perhatian selama hingga setelah kegiatan berlangsung.

“Mari kita berkolaborasi untuk menjaga ketertiban, keselamatan dan kebersihan lingkungan di jalur dan lokasi kegiatan selama dan setelah acara,” pesannya.

Melalui Bondowoso Night Run 2026, pemerintah daerah berharap olahraga tidak hanya menghasilkan aktivitas fisik, tetapi juga menjadi penggerak interaksi sosial, promosi budaya dan pariwisata serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id