BONDOWOSO (Surau.ID) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso menggelar pelatihan Standardisasi Mu’allimil Qur’an Metode Qur’anuna bagi puluhan guru ngaji yang berlangsung sejak tanggal 16 hingga 18 Agustus 2026 kemarin.
Kegiatan intensif yang bertempat di aula tersebut bertujuan menyamakan visi pembelajaran serta menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an secara tartil di seluruh madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan wilayah setempat.
Rangkaian acara yang berjalan khidmat tersebut diikuti secara antusias oleh para asatidz guna memperkuat kompetensi pedagogik sekaligus kualitas tata cara pengajaran Al-Qur’an secara modern.
Penyelarasan Metode Pengajaran Al-Qur’an
Pelatihan berkala ini memfokuskan porsi besar pada pendalaman ilmu tajwid praktis, pengenalan ayat gharib, serta teknik ketukan irama berstandar nasional yang menjadi ciri khas utama Qur’anuna Nusantara.
Seluruh peserta dibimbing langsung oleh tim instruktur ahli yang memberikan koreksi bacaan secara privat demi memastikan standardisasi tersampaikan secara merata kepada setiap guru yang hadir.
Langkah Strategis Mencetak Generasi Qur’ani
Standardisasi pengajar ini diharapkan mampu membawa dampak masif bagi peningkatan mutu literasi kitab suci umat Islam, khususnya dalam ruang lingkup pendidikan dasar di Kabupaten Bondowoso.
Kementerian Agama berkomitmen terus mendukung program sertifikasi guru Al-Qur’an demi melahirkan generasi muda yang tidak hanya fasih membaca namun juga berakhlak mulia sesuai dengan tuntunan agama.
“Sertifikasi lewat pelatihan tiga hari ini menjadi garansi bahwa anak didik kita diajar oleh guru yang berkompeten,” ujar Ustadz Luthfi Bahrul Ulum, S.Pd. Penyusun sekaligus Founder Metode Qur’anuna.
Melalui sinergi yang kokoh ini, gema lantunan ayat suci Al-Qur’an yang tartil dan indah akan terus mengalir dari surau serta madrasah, menjadi berkah yang menuntun masa depan daerah.