PROBOLINGGO (Surau.ID) — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kraksaan menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Probolinggo, Jumat (21/8/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem digital serta meningkatkan literasi teknologi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Unuja tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PC GP Ansor Kraksaan, antara lain Sekretaris PC Abdul Wahid, Wakil Ketua sekaligus Kepala Badan Siber Ansor (BSA) Sundari Adi Wardhana, serta Sekretaris BSA Zainul Hasan R. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) Unuja, Syaiful Huda, M.Kom., yang mewakili Rektor Unuja, Dr. K.H. Najiburrohman, M.Ag., M.Pd.
Kepala BSA Kraksaan, Sundari Adi Wardhana, menjelaskan bahwa transformasi digital membutuhkan tindakan nyata agar warga NU dapat memanfaatkan teknologi secara produktif dan aman.
Menurutnya, penguatan teknologi tidak sebatas penggunaan aplikasi, tetapi juga mencakup pengelolaan informasi dan keamanan siber.
Ia ingin mendorong agar ekosistem digital di lingkungan NU, badan otonom, dan pesantren tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Ada potensi besar yang bisa dikolaborasikan, terutama dalam pengembangan teknologi, literasi digital, keamanan siber, dan pengelolaan informasi,” ujar pria yang akrab disapa Kang Nisun tersebut.
Ia menambahkan, Unuja memiliki kapasitas akademik serta infrastruktur teknologi yang tepat untuk menjadi mitra inovasi PC GP Ansor Kraksaan.
Harapannya, lanjutnya, ruang komunikasi ini segera melahirkan program konkret yang berdampak langsung bagi organisasi dan masyarakat luas.
Pihak kampus menyambut positif inisiatif tersebut. Kepala PDSI Unuja, Syaiful Huda, menegaskan kesiapan perguruan tinggi dalam mendukung digitalisasi organisasi kemasyarakatan dan pesantren melalui penyediaan sumber daya akademis.
Baginya, teknologi bukan sekadar sistem informasi, melainkan bagaimana hal itu memberi manfaat nyata bagi aktivitas organisasi, pendidikan, dan masyarakat.
“Kami siap membuka ruang kolaborasi agar penguatan literasi digital ini berjalan terarah,” tandasnya.
Melalui pertemuan awal ini, kedua belah pihak sepakat merancang bentuk kerja sama teknis, mulai dari pelatihan literasi digital, pengelolaan sistem informasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di era transformasi digital.