Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Daerah

Menatap Masa Depan Pendidikan NU: Gagasan dan Harapan BEM PTNU Sambut Muktamar ke-35

IMG 20260822 WA0051(1)

 

JAKARTA (Surau.ID) — Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, mendorong Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk melakukan lompatan besar dalam tata kelola pendidikan. 

Ia menilai ekosistem pendidikan NU perlu menggeser fokus utama, dari sekadar ekspansi kuantitatif menuju peningkatan mutu dan dampak sosial yang nyata jelang Muktamar ke-35 NU.

“Pendidikan NU hari ini berada pada fase yang besar peluangnya, tetapi juga besar tantangannya. Persoalannya bukan lagi seberapa banyak lembaga yang kita miliki, melainkan seberapa kuat kualitas, relevansi, dan daya saingnya dalam menjawab perubahan zaman,” ujar Baha’ur Rifqi kepada Surau.ID, Sabtu (22/8/2026).

Ia menyoroti tiga persoalan mendesak yang memerlukan penanganan segera:

Pertama, Ketimpangan SDM: Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan belum merata di seluruh daerah.

Kedua, Tata Kelola dan Pembiayaan: Pengelolaan lembaga dinilai masih bergantung pada semangat khidmah tanpa diimbangi manajemen profesional, digitalisasi, dan evaluasi mutu.

Ketiga, Relevansi Zaman: Kurikulum belum sepenuhnya memfasilitasi kebutuhan lulusan dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan ketimpangan dunia kerja.

Baha’ur Rifqi menegaskan bahwa jaringan pendidikan NU yang luas belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemerataan mutu. 

Ukuran keberhasilan, lanjutnya, lembaga pendidikan tidak boleh hanya bersandar pada pembangunan fisik atau jumlah santri dan mahasiswa.

“Gedung megah tidak otomatis melahirkan ilmu. Paradigma harus diubah dari quantity oriented menjadi quality and impact oriented,” tegasnya.

Selain tata kelola, ia menggarisbawahi pentingnya memperluas ruang berpikir kritis dan kebebasan akademik yang beradab di kampus-kampus NU. 

Mahasiswa diharapkan tidak hanya dididik untuk patuh, tetapi juga mampu meriset, mengkritik, dan menawarkan solusi atas masalah sosial seperti korupsi, kemiskinan, dan kebijakan publik.

Dalam momentum Muktamar ke-35 NU mendatang, BEM PTNU Se-Nusantara mengajukan enam rekomendasi konkret:

1. Standardisasi dan pemerataan mutu pendidikan NU di seluruh wilayah. 

2. Investasi berkelanjutan pada pengembangan kapasitas guru, dosen, dan tenaga kependidikan. 

3. Transformasi digital, mencakup literasi AI, digital learning, dan penguatan basis data terpadu.

4. Penguatan pendidikan vokasi, kewirausahaan, serta program link and match dengan industri.

5. Peningkatan alokasi riset dan inovasi agar NU menjadi produsen pengetahuan.

6. Pelibatan aktif mahasiswa dan pelajar dalam perumusan kebijakan pendidikan.

Ia berharap Muktamar ke-35 tidak sekadar melahirkan rekomendasi di atas kertas, tetapi memicu gerakan transformasi yang nyata. 

“Pendidikan NU adalah investasi peradaban untuk mencetak kader yang berilmu, berakhlak, dan mandiri secara intelektual maupun ekonomi,” pungkasnya melakukan pesan Whatsap.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id