SURABAYA (Surau.ID) – Pengurus Kopri PKC PMII Jatim Ta’dzimat Rq. Hulwana secara terbuka menyuarakan harapan agar kaum perempuan dapat dilibatkan secara substantif di dalam forum strategis Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar NU yang dirilis pada hari Jumat, 21 Agustus 2026.
Harapan penting dari kader akar rumput ini disampaikan agar keterlibatan kaum perempuan tidak sekadar menjadi pelengkap kuota atau simbol formal semata di dalam struktur kepemimpinan organisasi tertinggi Nahdlatul Ulama yang penuh berkah dan kemaslahatan.
Pengalaman nyata kader perempuan di lapangan dalam melayani umat dinilai sangat penting untuk memperkaya perspektif keadilan sosial serta meningkatkan kualitas perumusan kebijakan strategis organisasi ke depan secara berkelanjutan, berkeadilan, dan inklusif.
Representasi Substantif Organisasi
Kualifikasi penentuan anggota di dalam ruang musyawarah harus senantiasa didasarkan pada ilmu, amanah, integritas, serta keteladanan tanpa membatasi ruang kontribusi berdasarkan faktor jenis kelamin semata.
Pendekatan ushul fiqh melalui kaidah kemaslahatan umat menegaskan bahwa upaya mendatangkan manfaat serta mencegah kerusakan merupakan landasan etis yang sangat krusial dalam dinamika berorganisasi islam.
Perspektif Kebijakan Inklusif
Pengalaman sosial perempuan di akar rumput dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga, kesehatan, kemiskinan, hingga pendidikan sangat relevan untuk merumuskan kebijakan organisasi yang berkeadilan.
“Semoga perempuan Ahwa tidak hanya hadir dalam foto dokumentasi, tetapi duduk di meja yang benar-benar memutuskan kebijakan,” ujar Ta’dzimat Rq. Hulwana, Pengurus Kopri PKC PMII Jatim.
Suara tulus dari surau ranting ini diharapkan mampu menjelma menjadi langkah nyata untuk menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, responsif, serta membawa maslahah bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama.