JOMBANG (Surau.ID) – KH Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) meninggalkan warisan historis mendalam bagi perjalanan Nahdlatul Ulama serta perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pengasuh Pesantren Tambakberas Jombang ini merupakan salah satu tokoh pendiri NU yang merintis keterpaduan antara semangat keberagamaan dan kebangsaan.
Jejak perjuangannya dimulai belasan tahun sebelum NU berdiri melalui pembentukan berbagai wadah kaderisasi, diskusi, hingga penguatan ekonomi umat.
Pioneer Organisasi dan Pencipta Lagu Syubbanul Wathan
Pada tahun 1916, Mbah Wahab mendirikan Nahdlatul Wathan sekaligus menciptakan lagu Yalal Wathan (Syubbanul Wathan) guna membakar semangat nasionalisme para pemuda.
Perjuangannya berlanjut dengan mendirikan koperasi Nahdlatut Tujjar (1918) bersama KH Hasyim Asy’ari dan forum diskusi Tashwirul Afkar untuk memperkuat daya pikir umat.
Peran Sentral Komite Hijaz dan Resolusi Jihad
Keahlian diplomasi Mbah Wahab terbukti saat menginisiasi Komite Hijaz hingga melahirkan jam’iyah NU pada 31 Januari 1926 dan merancang struktur Syuriyah-Tanfidziyah.
Dalam masa revolusi, beliau menjadi motor perumusan Resolusi Jihad 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan.
“Prinsip hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) menyatukan kebangsaan dan keagamaan,” ujar KH Abdul Wahab Hasbullah, Pendiri NU.
Pahlawan Nasional yang juga dianugerahi gelar Bapak ISHARI NU ini wafat pada 29 Desember 1971 setelah membaktikan seluruh hidupnya untuk kemaslahatan masyarakat.