PROBOLINGGO (Surau.ID) – KH Mohammad Imdad Rabbani menegaskan bahwa masa tinggal di pesantren merupakan ruang penting untuk menempa kekuatan batin sebagai bekal menghadapi kehidupan mendatang.
Pesan spiritual tersebut disampaikan dalam Pengarahan Pra-Pulangan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami’ Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Kamis (20/8/2026).
Pendidikan pesantren dirancang untuk membiasakan santri memenuhi pemenuhan nutrisi jiwa sejak dini. Amalan ilmu, hikmah, zikir, serta selawat diproyeksikan menjadi penuntun utama saat berhadapan dengan kompleksitas problematika dewasa.
Dinamika Kebutuhan Jasmani dan Rohani
Manusia memiliki dua kebutuhan mendasar, yakni dimensi jasmani dan rohani yang berkembang secara bertolak belakang. Kebutuhan fisik cenderung tinggi pada masa awal kehidupan lalu berangsur berkurang seiring bertambahnya usia.
Sebaliknya, pemenuhan aspek rohani semakin krusial saat seseorang memasuki fase kehidupan yang lebih kompleks. Kebutuhan akan kedekatan kepada Allah SWT menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Pentingnya Bekal Amalan Sejak Muda
Latihan membiasakan wirid dan selawat harus ditanamkan jauh sebelum konflik atau masalah hidup menghampiri. Kesiapan spiritual menjadi benteng pertahanan paling kokoh saat memikul tanggung jawab berkeluarga dan bermasyarakat.
“Kalau tidak terbiasa wirid, tidak terbiasa zikir dan selawat, ketika masalah datang dari berbagai arah, kita mau lari ke mana?” ujar KH Mohammad Imdad Rabbani, Wakil Kepala Pesantren.
Kebiasaan rohani yang telah ditempa sejak di pesantren akan menjadi kompas moral, memastikan setiap ujian hidup selalu mengarahkan manusia untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.