JOMBANG (Surau.ID) – Korps PMII Putri Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menyoroti pentingnya ruang keterlibatan perempuan dan regenerasi muda dalam perhelatan Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8/2026).
Ketua KOPRI PB PMII Wulan Sari Aliyatus Sholikhah menegaskan bahwa anak muda serta kader perempuan harus diberi kesempatan nyata untuk ikut merumuskan gagasan dan mengambil keputusan strategis organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah momentum Muktamar ke-35 NU di Jombang. Langkah ini sejalan dengan agenda pelatihan kader kepemimpinan perempuan yang digelar di Pesantren Darul Ulum.
Dorong Kepemimpinan Perempuan Berbasis Kapasitas
KOPRI PB PMII menekankan bahwa keterlibatan kader perempuan di ruang strategis tidak boleh berhenti pada pemenuhan kuota atau sekadar simbol representasi organisasi semata.
Kader perempuan didorong untuk memiliki kapasitas pengetahuan, pemahaman politik, serta keberanian membaca situasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan masyarakat luas.
Penguatan Ulama Perempuan dan Ekosistem Organisasi
Muktamar ke-35 NU diharapkan mampu menghasilkan ekosistem organisasi yang inklusif. Selain itu, peran ulama perempuan dinilai sangat penting dalam memberikan perspektif luas bagi keputusan kebangsaan.
“Ulama perempuan bukan sekadar pelengkap representasi. Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman penting untuk membaca persoalan umat serta menentukan masa depan bangsa,” ujar Wulan Sari Aliyatus Sholikhah, Ketua KOPRI PB PMII.
Penguatan kapasitas dan pemberian ruang bagi generasi muda menjadi kunci utama keberlanjutan organisasi. Keterlibatan perempuan secara substantif akan semakin memperkokoh kualitas keputusan yang diambil Nahdlatul Ulama.