MALANG (Surau.ID) – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sukses mengembangkan Wheacoat, sebuah pelapis pangan alami berbahan dasar kitosan dan limbah keju mozzarella pada 30 Agustus 2026.
Inovasi yang diinisiasi oleh Nazwa Aulia bersama timnya ini memanfaatkan fraksi lemak dari cairan sisa produksi keju (whey) segar guna menekan potensi pencemaran lingkungan.
Transformasi Limbah Cair Menjadi Produk Bermanfaat
Cairan sisa pembuatan keju yang memiliki volume besar dan bahan organik tinggi berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang secara langsung tanpa pengolahan lebih lanjut.
Melalui pemanfaatan unit pemisah khusus, tim mahasiswa berhasil memanen kandungan lemak susu dari whey tersebut untuk dijadikan agen hidrofobik penahan penguapan air.
Formula Efektif Untuk Kesegaran Buah Dan Sayur
Dalam formula Wheacoat, lemak whey berfungsi memperlambat penguapan air, sedangkan kitosan berperan sebagai pembentuk lapisan yang diaplikasikan dengan cara disemprotkan secara tipis.
“Komposisi tersebut akhirnya dipilih sebagai formula akhir Wheacoat, meskipun begitu kami tetap melakukan pengujian berulang untuk mengkonfirmasi selisih formula secara konsisten,” ujar Nazwa Aulia, perwakilan tim inovator mahasiswa UB.
Melalui uji coba penyimpanan kentang selama 14 hari, penambahan 1,5 persen lemak whey terbukti memberikan hasil susut bobot terendah sebesar 1,81 persen, menjadikannya solusi ramah lingkungan yang efektif untuk menjaga kesegaran produk hortikultura.