Surau.ID – Sebanyak 23 santri Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur mengalami sesak napas akibat kebakaran yang terjadi di kompleks pesantren tersebut, Rabu (10/12/2025). Informasi itu disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta setelah proses evakuasi dan penanganan darurat di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa para korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Dari total korban, 14 santri dirujuk ke Rumah Sakit Umum Andhika, sementara 9 lainnya dibawa ke Rumah Sakit Ali Sibroh Malisi.
Menurut BPBD, sumber api diduga berasal dari kompor di area gudang yang berada di lantai dasar bangunan pesantren.
“Dugaan penyebab kebakaran karena kompor,” ujar Isnawa, dilansir NU Online.
Keterangan serupa disampaikan Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi. Ia menyebut para santri mengalami sesak napas karena ikut membantu memadamkan api di lokasi gudang yang banyak berisi material kayu.
“Soalnya mereka ikut ngebantuin memadamkan api… Di bawah itu kan gudang, banyak kayu-kayunya,” ucapnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengerahkan 66 petugas untuk menjinakkan kobaran api. (*)