JAKARTA (Surau.ID) – Kementerian Agama mengoptimalkan potensi Generasi Z madrasah dan pesantren menjadi motor penggerak sekolah berbudaya lingkungan dalam gerakan di Jakarta pada Senin (12/10/2026).
Langkah ini menyalurkan kepekaan ekologis santri dan siswa madrasah melalui penguatan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan keagamaan.
Kesadaran lingkungan generasi muda yang tinggi menjadi modal sosial penting untuk diakomodasi melalui fasilitasi dan pembinaan program ramah lingkungan secara konsisten.
Integrasi Kurikulum Ekoteologi dan Nilai Kehidupan
Kementerian Agama menyiapkan integrasi kurikulum ekoteologi pada puluhan ribu madrasah dan pesantren untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Pendekatan ini menanamkan nilai persaudaraan sesama ciptaan Tuhan agar peserta didik memahami pentingnya menjaga kelestarian alam secara menyeluruh.
Kesadaran Baru Siswa dan Harapan Ekologis
Penerapan konsep ramah lingkungan terbukti melahirkan empati mendalam pada diri siswa terhadap makhluk hidup di sekitar mereka secara nyata.
“Kebijakan ini harus menjamin keadilan akses bagi seluruh anak-anak kita di madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan,” ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama.
Kepedulian ekologis generasi muda adalah benih kebaikan demi menjaga keberlanjutan bumi bagi masa depan bangsa.