SURABAYA (Surau.ID) – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, menekankan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Menurutnya, keselamatan berkendara bukan sekadar persoalan mematuhi aturan, melainkan juga bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan.
Pesan tersebut disampaikan Lita saat membuka kegiatan Sosialisasi Edukasi Keselamatan Berkendara (Safety Riding) di Goldvitel Hotel Surabaya, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya berkendara secara aman dan bertanggung jawab.
Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, guru, pengemudi ojek online (ojol), hingga tokoh masyarakat. Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan PT Jasa Raharja dan Kepolisian Daerah Jawa Timur sebagai narasumber.
Turut hadir Kepala Bagian Administrasi PT Jasa Raharja Jawa Timur, Nur Istiqlal. Adapun pemateri yang memberikan edukasi adalah Kanit Dikmas Satlantas Polda Jawa Timur, AKP Yulian Putra Prasviawan, S.T.K., S.I.K., serta Staf Administrasi Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Timur, Welma Valerie Edison.

Dalam sambutannya, Lita mengatakan bahwa setiap pengguna jalan memiliki tujuan dan kepentingan masing-masing. Namun, semuanya memiliki harapan yang sama, yakni tiba di tempat tujuan dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga.
“Setiap orang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda ketika berada di jalan raya. Namun, kita memiliki satu kepentingan yang sama, yaitu ingin sampai di tujuan dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Lita.
Ia mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan saja, termasuk ketika seseorang menempuh perjalanan jarak dekat. Kondisi tersebut kerap membuat pengendara lengah sehingga mengabaikan aspek keselamatan.
Karena itu, Lita mengajak masyarakat membiasakan diri menggunakan helm berstandar keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengendalikan kecepatan kendaraan sesuai ketentuan.

Lita juga memberikan perhatian khusus kepada pelajar dan generasi muda. Ia mengingatkan agar jalan raya tidak dijadikan tempat untuk menunjukkan keberanian melalui aksi kebut-kebutan atau perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Jalan raya bukan tempat untuk membuktikan siapa yang paling berani. Keberanian yang sesungguhnya adalah mampu mengendalikan diri, mematuhi aturan, dan menjaga keselamatan orang lain,” tegasnya.
Menurut Lita, edukasi keselamatan berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga, Lita memandang pendidikan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Ia menilai, kecerdasan akademik perlu diimbangi dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut harus dibangun melalui pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Keteladanan orang dewasa juga dinilai penting agar anak-anak terbiasa menggunakan perlengkapan keselamatan, menaati peraturan, dan menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Selain pelajar, Lita turut mengingatkan para pengemudi ojek online agar senantiasa mengutamakan keselamatan ketika bekerja di jalan raya.
Ia memahami bahwa jalan raya merupakan ruang utama bagi para pengemudi ojol untuk mencari nafkah. Namun, tuntutan menyelesaikan pesanan tepat waktu tidak boleh membuat mereka mengabaikan keselamatan.
Lita mengimbau pengemudi untuk tidak menggunakan telepon genggam saat kendaraan sedang berjalan. Ia juga mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk, serta berhenti di tempat aman apabila perlu memeriksa aplikasi maupun menerima pesanan.
“Penghasilan memang penting, tetapi keselamatan adalah modal utama untuk terus bekerja dan menghidupi keluarga. Lebih baik terlambat menyelesaikan satu pesanan daripada tidak pernah sampai di rumah untuk bertemu keluarga,” ungkapnya.
Menurut Lita, keselamatan berkendara harus menjadi prioritas bagi setiap orang, apa pun profesinya. Sebab, kecelakaan tidak hanya berdampak kepada pengendara, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan keluarga yang menanti mereka di rumah.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Lita berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya berkendara secara aman, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kehadiran perwakilan kepolisian dan Jasa Raharja diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan berkendara yang lebih tertib.
Lita menegaskan bahwa edukasi keselamatan berkendara tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi. Pemahaman yang diperoleh peserta harus diwujudkan melalui perilaku nyata saat menggunakan jalan raya.
“Jangan meremehkan jarak dekat, jangan menukar keselamatan dengan kecepatan, dan jangan lupa bahwa ada keluarga yang menunggu kita pulang,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kedisiplinan dan kepedulian seluruh pengguna jalan, risiko kecelakaan diharapkan dapat ditekan sehingga tercipta budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan beradab.