SURABAYA (Surau.ID) – Sepuluh kader Pengurus Cabang PMII Probolinggo resmi dilantik menjadi bagian dari kepengurusan Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur masa khidmat 2026–2028, Sabtu (14/2/2026). Pelantikan yang berlangsung di Asrama Haji Surabaya itu menjadi momentum konsolidasi kader se-Jawa Timur sekaligus penguatan peran cabang di tingkat wilayah.
Sepuluh kader yang dilantik meliputi Abdur Rozak, Abdur Rahmad, Badrul Nurul Hisyam, Ahmad Rifa’i, Ahmadi, Dendi Junaidi, Dedi Bayu Angga, Zairotul Hasanah, Arina Rosada NM, dan Ahmad Syaifuddin. Keterlibatan mereka di struktur wilayah dipandang sebagai bentuk kepercayaan organisasi sekaligus tanggung jawab untuk membawa gagasan dan semangat gerakan dari Probolinggo ke level Jawa Timur.
Sekretaris Umum PKC PMII Jawa Timur, Abdur Rozak, menegaskan pelantikan tersebut tidak sekadar agenda administratif, melainkan momentum tanggung jawab sejarah kader dalam memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan soal jabatan, tetapi soal keberanian mengambil tanggung jawab sejarah. Kader Probolinggo harus hadir membawa gagasan, bukan hanya nama. Kita ingin memastikan bahwa setiap posisi yang diamanahkan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” tegas Rozak.
Ia menilai keterlibatan kader di tingkat wilayah harus dimaknai sebagai ruang perjuangan yang lebih luas untuk mengartikulasikan kepentingan daerah. Karena itu, kader didorong tidak berhenti pada simbol representasi, tetapi tampil sebagai motor penggerak perubahan sosial.
“Kita tidak boleh puas hanya karena berada di struktur wilayah. Tantangannya adalah bagaimana melahirkan pemikiran yang solutif, menyentuh isu kemiskinan, pendidikan, hingga penguatan sumber daya manusia di Probolinggo. Jabatan harus melahirkan kebermanfaatan,” ujarnya.
Rozak juga menekankan pentingnya menjaga idealisme gerakan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Ia berharap sinergi antara kader di tingkat cabang dan wilayah semakin solid agar arah program organisasi tetap sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat.
Pelantikan kepengurusan ini menandai menguatnya kontribusi kader PMII Probolinggo di tingkat Jawa Timur. Dengan komposisi kader yang kini berada dalam struktur wilayah, tantangan selanjutnya adalah membuktikan kapasitas intelektual, integritas moral, serta komitmen gerakan dalam merawat tradisi kritis dan keberpihakan kepada masyarakat.