Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
17 Januari 2026 | 16:10 WIB
Pesantren

KH Abdul Hamid Wahid Dorong Alumni Nurul Jadid Bangun Jejaring Global dan Transformasi Sosial

IMG 20260117 WA0044
Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid.

 

Probolinggo (Surau.ID) – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menggelar Halaqoh Alumni lintas negara dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 dan Haul Masyayikh, Sabtu (17/1/2026). Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari seluruh Indonesia, serta delegasi dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dalam sambutannya, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, menekankan pentingnya transformasi peran alumni. Menurut beliau, alumni tidak cukup hanya menjaga ikatan primordial, tetapi harus menjadi jejaring fungsional yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, bahkan hingga tingkat global.

“Kita tidak cukup hanya membangun hubungan praktis berdasarkan kesamaan almamater. Kita harus menggunakan potensi yang ada di satuan-satuan daerah untuk menjadi sebuah jaringan besar yang tidak eksklusif, melainkan menjadi pijakan untuk masuk ke jejaring yang lebih luas,” ujar KH. Abdul Hamid Wahid.

Kiai Hamid mengingatkan bahwa pesantren tradisional memang telah menumbuhkan jejaring silaturahmi yang kuat. Namun, di tengah tantangan pasar global dan dinamika ekonomi kontemporer, alumni dituntut mengembangkan jejaring yang terintegrasi dan produktif.

Mengutip pesan pendiri pesantren, Kiai Hamid menekankan bahwa keberhasilan seorang santri diukur dari bagaimana mereka kembali ke masyarakat sambil tetap memegang teguh prinsip perjuangan. Menurut beliau, khidmat kepada masyarakat adalah manifestasi nyata dari khidmat kepada Allah SWT.

“Alumni harus mampu mengambil peran, baik dalam mengawal masyarakat maupun melakukan transformasi positif, mulai dari lingkup terkecil hingga ruang yang lebih luas sesuai posisi masing-masing,” tambahnya.

Satu pesan penting lain yang disampaikan Kiai Hamid adalah pemisahan antara hubungan sosial (muasyarah) dan hubungan kerja (muamalah). Alumni diajak untuk menjaga profesionalisme dalam bekerja, sekaligus tetap hangat dan dekat secara personal.

“Bermuasyarahlah (bergaul) seperti orang dekat, tetapi bertamulah (bermuamalah) seperti orang asing,” pesan beliau mengutip kaidah fikih.

Beliau menekankan, prinsip ini menuntun alumni agar dalam urusan profesional dan bisnis selalu jelas, transparan, dan akuntabel, sebagaimana teladan Rasulullah SAW yang menjaga amanah sebelum diangkat menjadi rasul.

Di akhir sambutannya, Kiai Hamid mendorong setiap P4NJ daerah untuk mengekspresikan kebersamaan secara konkret, misalnya melalui yayasan atau lembaga usaha. Pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid siap hadir sebagai pembina dan pendamping setiap inisiatif produktif tersebut.

“Ujung dari perjalanan kita di dunia adalah seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sekitar. Saya berharap alumni tidak hanya diam memikirkan diri sendiri, tetapi menyumbang perubahan masyarakat menuju yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id