Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
15 Februari 2026 | 19:00 WIB
Pesantren

Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dorong Penguatan Ekonomi Desa di Ponpes Nurul Jadid

Pelayanan MBG digeser menyesuaikan waktu berbuka puasa, ada opsi disalurkan 20260215 201247 0000 11zon
Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si. meresmikan Grand Opening Torasera Nurja Berkah Pondok Pesantren Nurul Jadid di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2/2026). (Foto: SURAU.ID)

 

Probolinggo (Surau.ID) — Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si. meresmikan Grand Opening Torasera Nurja Berkah Pondok Pesantren Nurul Jadid di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai program strategis nasional untuk memperkuat ekonomi desa.

Kegiatan yang berlangsung di Area Business Center PP Nurul Jadid, Karanganyar, Paiton, itu dihadiri sekitar 200 tamu undangan. Hadir dalam acara tersebut antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, Wakil Bupati Probolinggo KH Fahmi Abdul Haq Zaini, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Arina Nur Fauziah, Kapolres Probolinggo AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, serta sejumlah tokoh pesantren dan pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan bahwa peresmian Torasera Nurja Berkah menjadi bagian penting dari penguatan ekonomi berbasis koperasi dan desa.

“Puji syukur kepada Allah SWT sehingga kita dapat hadir dalam momentum penting Grand Opening Turasera Nurja Berkah sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis koperasi dan desa,” ujarnya.

Ferry mengapresiasi inisiatif pemuda Probolinggo yang datang langsung ke Kementerian Koperasi untuk mengurus perizinan dan mempresentasikan gagasan pembangunan Torasera.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada tokoh pemuda dari Kabupaten Probolinggo yang berani hadir langsung ke kantor Kementerian Koperasi RI untuk mengurus perizinan dan menyampaikan gagasan pembangunan Torasera di Probolinggo. Inilah contoh keberanian, inisiatif, dan kepemimpinan anak muda daerah,” jelasnya.

Torasera Baru Dua Provinsi

Ia mengungkapkan, saat ini Torasera baru hadir di dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Menurutnya, kehadiran Torasera di Kabupaten Probolinggo menjadi bagian penting dalam pengembangan model usaha koperasi tersebut.

“Perlu kita ketahui bersama, bahwa Kabupaten Probolinggo menjadi bagian penting dari pengembangan model ini,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ferry menegaskan Kementerian Koperasi akan mempercepat pembentukan KDMP, termasuk aspek legalitas dan badan hukum agar memiliki dasar hukum yang kuat.

Ia menyebut pembangunan KDMP berjalan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) sebagai program strategis nasional. Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan fisik KDMP secara masif.

“Insya Allah pada bulan April mendatang kita upayakan 30 ribu bangunan fisik KDMP secara nasional dapat terselesaikan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mempercepat pemerataan ekonomi.”

Ferry juga menekankan pentingnya operasional KDMP yang profesional dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Kita harus memastikan KDMP di wilayah Kabupaten Probolinggo dapat dioperasikan secara efektif, profesional, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Harus Menyerap Hasil Produksi Masyarakat

Torasera harus menyerap hasil produksi masyarakat, mulai dari bahan pokok, pertanian, perikanan hingga produk UMKM agar rantai distribusi lebih pendek dan menguntungkan produsen lokal.

“Turasera harus mampu menyerap hasil produksi masyarakat agar rantai distribusi menjadi lebih pendek dan menguntungkan petani serta produsen lokal,” terangnya.

Ia juga menambahkan, Torasera harus mendukung operasional KDMP dalam distribusi dan pemasaran. Ferry juga menyoroti maraknya pinjaman online ilegal dan rentenir yang menjerat masyarakat karena keterbatasan modal.

“Kita menyadari masih banyak masyarakat yang kekurangan modal dan akhirnya terjerat pinjaman online ilegal maupun rentenir. Ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui koperasi dan KDMP sebagai solusi pembiayaan yang sehat dan legal,” ungkapnya.

Ferry mengajak masyarakat memanfaatkan KDMP sebagai alat untuk kesejahteraan bersama, sebab, koperasi adalah alat perjuangan ekonomi rakyat, bukan milik segelintir orang.

“Kita tidak diperbolehkan menerima ‘resep’ dari luar negeri dalam menjalankan program ini. Kita harus berdiri di atas kekuatan dan potensi bangsa sendiri, sesuai kebutuhan rakyat Indonesia,” ucapnya, menyampaikan pesan presiden.

Di akhir sambutannya, Ferry berharap setiap KDMP di desa memiliki produk unggulan yang bisa dipasarkan lintas wilayah sehingga membentuk jejaring koperasi nasional yang kuat.

“Saya berharap setiap KDMP di tiap desa mampu memiliki produksi unggulan sendiri yang dapat dikembangkan dan dipasarkan lintas desa bahkan lintas wilayah, sehingga tercipta jejaring koperasi yang kuat di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id