PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengajian pembuka bertajuk Tadarrus Hikmah Ramadan digelar di Masjid Besar Raudlatul Jannah, Banyuanyar, Probolinggo, Rabu (19/2/2026). Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh. Zuhri Zaini, menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh kemuliaan dengan ganjaran pahala yang dilipatgandakan dibanding bulan-bulan lainnya.
Menurut Kiai Zuhri, keistimewaan Ramadan tidak lepas dari peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam sekaligus penanda kemuliaan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah.
“Kita patut bersyukur karena di bulan ini diturunkan Al-Qur’an untuk pertama kalinya. Banyak keberkahan yang Allah limpahkan, khususnya bagi umat Islam,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, Al-Qur’an memiliki karakter berbeda dibanding kitab-kitab suci sebelumnya. Jika Taurat dan Zabur diturunkan sekaligus, Al-Qur’an hadir secara bertahap sesuai kebutuhan umat pada masanya.
Penurunan secara berangsur-angsur itu, kata dia, mengandung hikmah besar. Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup sekaligus solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat, baik dalam aspek personal maupun sosial.
“Al-Qur’an diturunkan berkala karena ia menjadi petunjuk dan pembimbing dalam setiap persoalan kehidupan,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an memerlukan penjelasan melalui sunnah Nabi Muhammad SAW, baik dalam bentuk perkataan (qauly), perbuatan (fi’liy), maupun ketetapan (taqriry). Sunnah menjadi rujukan utama untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an secara tepat.
Selain sebagai bulan turunnya Al-Qur’an, Ramadan juga dikenal sebagai bulan yang sarat dengan pahala berlipat. Ia mengajak umat Islam menyambutnya dengan kegembiraan yang diwujudkan melalui peningkatan amal ibadah.
“Kesenangan terhadap Ramadan harus dibuktikan dengan kesungguhan beribadah, seperti shalat, tadarus, zakat, dan terutama puasa,” tuturnya.
Ia menambahkan, Ramadan menjadi kesempatan emas untuk meraih malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, umat Islam diminta tidak menyia-nyiakan momentum tersebut.
“Walaupun kita tidak mengetahui kapan Lailatul Qadar tiba, jangan sampai kita lalai. Justru harus bersungguh-sungguh agar mendapatkannya,” pungkas Kiai Zuhri.