PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren mulai mendapat perhatian serius. Untuk memastikan program berjalan sesuai standar, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melakukan pemantauan langsung ke Pondok Pesantren Nurul Qodim di Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Senin (23/2).
Rombongan dipimpin Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur, didampingi jajaran pejabat struktural. Kehadiran mereka disambut Pengasuh Pesantren, KH Abdul Hadi Noer, bersama pengurus dan tim pelaksana program.
Monitoring difokuskan pada proses penyediaan makanan bagi santri, mulai dari pengolahan hingga distribusi. Program MBG diharapkan dapat menunjang kesehatan para santri yang setiap hari menjalani aktivitas pembelajaran dan kegiatan kepesantrenan yang padat.
Selain meninjau langsung, rombongan juga berdialog dengan unsur pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermitra dengan Yayasan Lentera Utara Bergizi Utama di Dusun Kawinan. Diskusi membahas kualitas asupan gizi, standar kebersihan dapur, hingga mekanisme distribusi agar tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu hadir pula tenaga ahli gizi dari Poltekkes Malang, pengelola SPPG, serta tim administrasi program. Pertemuan berlangsung interaktif dengan penekanan pada pentingnya konsistensi kualitas makanan dan pengawasan berkelanjutan.

Samsur menegaskan pesantren memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, dukungan terhadap kesehatan santri menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan keagamaan.
“Santri membutuhkan asupan gizi yang baik agar tetap sehat dan mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan belajar. Program ini menjadi langkah konkret untuk mendukung itu,” ujarnya.
Di sela kunjungan, ia juga meninjau kondisi lingkungan pesantren yang sempat terdampak banjir akibat hujan deras pada malam sebelumnya. Ia memastikan situasi telah kembali kondusif dan aktivitas santri berjalan normal.
Pengasuh Pesantren, KH Abdul Hadi Noer, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan gizi santri. Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut karena dirasakan langsung manfaatnya oleh pesantren.
“Program ini sangat membantu kami. Dengan dukungan gizi yang lebih terjamin, para santri bisa belajar dengan lebih fokus dan bersemangat. Kami berharap keberlanjutan program ini tetap menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.
Kegiatan monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program strategis nasional benar-benar terlaksana secara optimal di daerah. Melalui kolaborasi berbagai pihak, pemerintah berharap dukungan gizi bagi santri mampu menciptakan generasi yang sehat dan tangguh.