Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
30 Maret 2026 | 18:27 WIB
Pesantren

Rajut Ukhuwah, Pesantren Al-Barokah Ajak Alumni Istiqamah dalam Pengabdian

IMG
Haul Masyayikh dan Reuni Akbar Alumni Pondok Pesantren Al-Barokah, Senin (30/3/2026). (Foto: Ist).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pondok Pesantren Al-Barokah Tunggak Cerme, Wonomerto, Probolinggo, memperkuat sinergi alumni dan meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan Haul Masyayikh dan Reuni Akbar yang digelar pada Minggu (30/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, wali santri, serta para alumni sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pesantren.

Pengasuh Ponpes Al-Barokah, KH. Muhammad Hasan Siddiq, menegaskan pentingnya peran alumni dalam menjaga keberlangsungan lembaga.

“Berjuang untuk lembaga adalah bagian dari pengabdian. Alumni harus memiliki rasa tanggung jawab dan rasa memiliki, serta mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama memajukan pesantren,” ujarnya.

Ia menilai reuni alumni tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat komitmen pengabdian terhadap pesantren.

Perkuat Kurikulum dan Istiqamah

Dalam aspek pendidikan, pesantren akan memperkuat kurikulum Madrasah Diniyah dengan mengadopsi sistem dari Pondok Pesantren Sidogiri, yakni komposisi 70 persen berbasis keagamaan serta penerapan metode Al-Miftah.

Selain itu, program pembelajaran Al-Qur’an dan tahfidz terus dikembangkan sebagai fondasi pembentukan karakter santri.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ansori, menyatakan penggunaan metode dari Sidogiri merupakan langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan diniyah.

“Penggunaan metode pesantren Sidogiri merupakan bagian dari optimalisasi dan inovasi kurikulum diniyah, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang tafaqquh fiddin, mendalam dalam pemahaman agama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Fahmi bin Ahmad Al-Muhdhor mengingatkan pentingnya menjaga istiqamah pasca Ramadhan.

“Jangan menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah sepanjang waktu. Tanda diterimanya puasa adalah ketika semangat ibadah tetap terjaga setelah Ramadhan,” tuturnya.

Ia juga mengajak jamaah untuk berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahmi, serta menjauhi sifat iri dan dengki.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat ukhuwah sekaligus mendorong peran bersama dalam memajukan Pondok Pesantren Al-Barokah di tengah masyarakat.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id