Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
04 Desember 2025 | 12:14 WIB
Inspirasi, Pesantren

Kiai Zuhri: Prioritas Santri adalah Tafaqqquh Fiddin

Lumii 20251204
KH Zuhri Zaini, Pengasuh Ponpes Nurul Jadid (Foto: Alfikr.id)

 

Surau.ID – “Di antara umat Islam harus ada yang khusus tafaqquh fiddin (mendalami ilmu agama), dan itu tempatnya di pesantren,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, dikutip dari nuruljadid.net.

Kiai Zuhri menekankan bahwa pesantren memiliki mandat khusus dalam mencetak kader umat, melalui pendalaman ilmu agama dasar, penguatan furudul ‘ainiyah , dan penguasaan baca kitab sebagai bekal dakwah di tengah masyarakat.

Menurut Kiai Zuhri, berbagai keterampilan hidup dan program kejuruan tetap penting dalam pengembangan santri, tetapi tujuan akhirnya tidak boleh bergeser dari inti misi pesantren.

“Yang utama adalah bekal agama. Ini yang harus kita niatkan dalam berkhidmah,” Ujar Kiai Zuhri. Ilmu pengetahuan dan teknologi, lanjut beliau, berfungsi sebagai penunjang, bukan pengganti ilmu agama.

Prioritas Furudul ‘Ainiyah Sebagai Fondasi Santri

Kiai Zuhri memberikan penekanan khusus pada furudul ‘ainiyah sebagai ilmu keagamaan wajib yang harus dipahami dan diamalkan setiap Muslim. Bagi beliau, inti belajar agama adalah pengalaman hidup beragama, bukan sekadar pengetahuan.

“Yang terpenting dari belajar agama adalah pengalaman agama. Bagaimana santri bisa menjadikan agama sebagai pedoman hidup,” Jelas Kiai Zuhri.

Beliau juga meminta agar program lain dikurangi intensitasnya bila furudul ‘ainiyah belum tuntas diajarkan.

Kiai Zuhri juga menyoroti efektivitas hari-hari furudul ‘ainiyah yang dijalankan di Nurul Jadid. Pengurus, menurutnya, harus memastikan furudul ‘ainiyah betul-betul dikuasai santri, baik melalui pembelajaran kitab maupun metode sederhana ala pesantren salaf.

Mengutip ayat “falau lâ nafara ming kulli fîraqtin min-hum thâ’ifatun liyatafaqqahû fid-dîn”, Kiai Zuhri mengingatkan bahwa santri adalah kelas kader yang harus memiliki kemampuan lebih dibanding masyarakat umum, terutama ilmu agama.

“Memondokkan anak itu sejatinya mencetak kader. Maka furudul ‘ainiyah saja tidak cukup bagi seorang kader,” tegasnya.

Bahasa Arab dan Baca Kitab sebagai Keterampilan Dasar

Untuk memperkuat posisi santri sebagai kader, Kiai Zuhri mendorong pembelajaran kitab berbahasa Arab dan penguatan dasar bahasa Arab di lingkungan pesantren. Beliau menilai kemampuan ini sebagai keterampilan pokok bagi setiap santri kader.

“Santri kader harus punya kelebihan. Minimal mampu membaca kitab agar tidak keliru saat membaca ayat atau khutbah di masyarakat,” ujar Kiai Zuhri. Metode sorogan atau pelatihan baca kitab yang mudah dipahami, menurut beliau, bisa menjadi solusi untuk mempercepat kemampuan dasar tersebut.

Oleh karena itu, Kiai Zuhri menegaskan bahwa pengasuh, pembina, dan guru harus selalu meningkatkan kemampuan diri agar proses kaderisasi berjalan efektif dan berkualitas. “Kita jangan hanya memberikan apa adanya. Kita harus terus meningkatkan kemampuan,” pungkas Kiai Zuhri.

__________

Tausiyah ini disampaikan Kiai Zuhri dalam kegiatan Capacity Building Pengurus bertema Ruhul Jihad yang digelar pada Rabu (3/12/2025) di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Acara ini diikuti pengurus dan pembina pesantren sebagai upaya memperkuat arah pendidikan, khususnya dalam kaderisasi santri.

Screenshot 2025 12 04 12 10 59 491 com.android.chrome
KH Zuhri Zaini saat mengisi kegiatan Capacity Building Pengurus bertema Ruhul Jihad yang digelar pada Rabu (3/12/2025) di Pondok Pesantren Nurul Jadid (Foto: nuruljadid.net)

Penulis: ZH Rizqiyansyah
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id