BALI (Surau.ID) – Yayasan Duwe Nyama Bali (DNB) bersama Gerakan Pemuda Ansor Bali menggelar kegiatan buka puasa lintas iman dan santunan anak yatim di Denpasar Timur, Minggu (1/3/2026). Acara bertema “Satu Nafas Kebangsaan: Buka Puasa Lintas Iman, Menjaga NKRI dari Bali” itu menjadi ruang silaturahmi berbagai elemen masyarakat di Pulau Dewata.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PWNU Bali, Ketua INTI Bali, perwakilan Kesbangpol Bali, para Ketua PC Ansor kabupaten/kota se-Bali, lembaga dan badan otonom PWNU Bali, KNPI Bali, komunitas Muslim Tionghoa, serta sejumlah organisasi kepemudaan lintas iman.
Ketua Yayasan DNB, Gus Deny, mewakili Ketua Pembina Yayasan DNB I Dewa Nyoman Budiasa, mengatakan momentum Ramadan harus menjadi penguat persaudaraan lintas komunitas di Bali.
“Acara ini menambah saudara dalam silaturahim. Di Bali, toleransi menjadi barometer. Kita harus terus bersinergi dalam kegiatan sosial untuk memperkuat dan menjaga kerukunan,” ujarnya.
Ketua PW GP Ansor Bali, Tommy Reza Kurniawan, menilai bulan suci menjadi kesempatan mempererat persaudaraan antarumat beragama. Menurut dia, kebersamaan lintas iman merupakan bagian dari komitmen kebangsaan yang harus terus dirawat.
“Ini ajang silaturahim antarumat beragama. Bulan Ramadan memperkuat persaudaraan sebagai anak bangsa. Semoga semua dapat menjalankan ibadah dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWNU Bali, Abdul Aziz, menegaskan kader Ansor harus menjadi pelopor semangat menyama braya atau persaudaraan. Nilai kebersamaan, kata dia, tidak cukup diwacanakan, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi sosial nyata.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan Banser sebagai bagian dari pengabdian dan penguatan harmoni sosial di Bali.
Selain buka puasa bersama, panitia menyalurkan santunan kepada anak yatim serta bantuan kursi roda bagi warga yang membutuhkan. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus implementasi nilai kebangsaan dalam tindakan konkret.
Melalui agenda kebangsaan ini, Yayasan DNB dan Ansor Bali berharap sinergi lintas iman di Bali semakin kokoh. Komitmen menjaga persatuan dan keutuhan NKRI ditegaskan bukan hanya melalui narasi, tetapi juga melalui kolaborasi sosial yang berkelanjutan.