PASURUAN (Surau.ID) Suasana Tadarus Al-Qur’an dan pengajian rutin yang digelar Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pasuruan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Selasa (3/3/2026) pagi, tampak berbeda dan lebih semarak dari biasanya.
Acara yang menghadirkan Wakil Ketua TP3D Kabupaten Pasuruan, KH Saifullah Damanhuri, sebagai penceramah ini berubah menjadi sesi diskusi interaktif yang hangat. Usai memberikan siraman rohani, kiai karismatik tersebut membuka ruang tanya jawab yang langsung disambut antusias oleh belasan anggota PKK yang hadir.
Diskusi Interaktif
Fokus pertanyaan para jamaah didominasi oleh problematika ibadah sehari-hari selama bulan suci, seperti hal-hal yang berpotensi membatalkan puasa.
“Apakah berkumur atau keramas bisa membatalkan puasa kita, Kiai?” tanya salah satu jamaah dengan penuh rasa ingin tahu.
KH Saifullah Damanhuri pun merespons dengan memberikan penjelasan secara mendetail satu per satu. Karena banyaknya warga yang ingin berkonsultasi, pembawa acara bahkan terpaksa membatasi sesi tanya jawab lantaran durasi acara yang sudah mencapai batas waktu.
Kemeriahan dan keaktifan para peserta ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo. Ia mengaku senang melihat anggotanya tetap bersemangat meski hari sudah beranjak siang.
“Sangat senang sekali. Biasanya kalau sudah mendekati pukul sepuluh pagi banyak yang mengantuk, tapi karena suasananya sangat hidup, rasa kantuk itu hilang,” ujar Merita dengan nada penuh syukur.
Merita menjelaskan bahwa kegiatan Tadarus dan pengajian ini merupakan agenda rutin selama Ramadan. Tujuannya adalah untuk membiasakan kaum perempuan di Pasuruan agar lebih giat membaca Al-Qur’an serta memperbanyak ibadah sunah lainnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, para ibu dapat mengoptimalkan momentum bulan suci untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya.
“Ramadan adalah bulan penuh kebaikan. Mari kita berbondong-bondong memperbanyak amal ibadah agar mendapatkan keberkahan yang berlipat,” pungkasnya.