Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
04 Maret 2026 | 22:46 WIB
Daerah

Terobosan Eco-Enzyme Kader Bela Negara Situbondo: Tekan Biaya Pupuk 50% dan Capai Estimasi Panen 8,9 Ton/Hektar

WhatsApp Image 2026 03 04 at 22.13.17
Petugas gabungan saat menimbang hasil ubinan padi organik menggunakan Eco-Enzyme di Desa Tokelan, Situbondo (4/3). (Foto: Surau.ID/Ist)

 

SITUBONDO (Surau.ID) – Ketergantungan petani pada pupuk kimia yang kerap memicu kenaikan asam tanah kini menemukan solusi konkret. Badan Koordinator Daerah (BKD) Forum Kader Bela Negara Kabupaten Situbondo sukses menggelar Panen Padi Terapan Organik berbasis Mikro Organisme Lokal (MOL) Eco-Enzyme di Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan yang berpusat di Pendopo (Joglo) Perumahan Graha Sultan Raya 2 ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Dinas Pertanian, Kepolisian, TNI, hingga akademisi. Berdasarkan hasil ubinan di lahan seluas 2,5×2,5 meter, tercatat berat gabah mencapai 5,6 kg. Dengan usia padi 105 hari, produktivitas ini diperkirakan mampu menembus angka 8,9 ton per hektar.

Ketua Koordinator PPL Kecamatan Panji, Fathor Rahman, mengungkapkan kekagumannya karena lahan tersebut sebelumnya selalu ditanami jagung.

“Ini adalah tanam padi perdana di lahan ini. Penggunaan eco-enzyme terbukti mampu menekan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen. Cairan ini merupakan hasil fermentasi kulit buah selama tiga bulan yang sangat efektif mempertahankan kualitas tanah,” jelasnya.

Eko, sang inovator pembuat eco-enzyme, menceritakan bahwa keahliannya didapat secara mandiri melalui media sosial demi kemaslahatan masyarakat. Ia memaparkan keunggulan nyata di lapangan: padi yang menggunakan eco-enzyme terbukti lebih tahan terhadap serangan hama dan tikus, sebagaimana telah diuji coba di wilayah Kapongan dan tanaman tebu di Malang Selatan.

“Saya sudah tiga tahun menerapkan ini. Meski saat ini eco-enzyme belum memiliki izin resmi, kami terus membuktikan fakta dan buktinya terlebih dahulu di lapangan sebelum menempuh jalur perizinan. Target kami adalah petani pelan-pelan mengurangi ketergantungan pada pupuk non-organik,” tegas Eko.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Ir. Quratul Aini, menyebut ini sebagai langkah besar.

“Tanah yang terus-menerus terpapar pupuk kimia akan meningkat keasamannya. Eco-enzyme memberikan pencerahan dan solusi nyata untuk meningkatkan produksi. Program ini harus terus disosialisasikan karena mengubah kebiasaan petani dari kimia ke organik bukanlah perkara mudah,” pungkasnya.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id