PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo mulai memperketat pengawasan harga dan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ turun langsung memantau kondisi pasar saat melakukan monitoring di Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Senin (9/3/2026) pagi.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok serta memantau stabilitas harga yang biasanya mengalami fluktuasi menjelang Lebaran.
Dalam peninjauan itu, Ra Fahmi, sapaan akrabnya, bersama sejumlah pejabat daerah mengecek langsung berbagai komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam hingga sejumlah bahan pokok lain yang banyak dicari warga.
“Pagi ini kita melakukan monitoring di Pasar Semampir untuk mengecek stok barang, terutama bahan sembako menjelang beberapa hari menuju Idul Fitri. Setelah kita lihat langsung di dalam pasar, Alhamdulillah sampai sejauh ini stok aman dan harga relatif stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi harga sebagian besar komoditas masih berada pada tingkat yang wajar sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh kebutuhan pokok.
“Memang ada kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan sehingga masyarakat tidak terlalu kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” lanjutnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, pemerintah mencatat sejumlah harga bahan pokok yang masih relatif stabil. Beras premium kemasan 25 kilogram dijual seharga Rp372.500 atau sekitar Rp14.900 per kilogram, sementara beras medium berada di kisaran Rp12.800 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti gula pasir tercatat Rp16.500 per kilogram, Minyak Kita Rp17.500 per liter, daging sapi Rp130.000 per kilogram serta daging ayam Rp43.000 per kilogram. Untuk telur ayam berada di harga Rp30.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit tercatat Rp92.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram dan bawang putih Rp29.000 per kilogram.
Menurut Ra Fahmi, dari berbagai komoditas yang dipantau, kenaikan harga yang cukup terlihat hanya terjadi pada cabai rawit.
“Kenaikan yang paling terlihat hanya pada cabe rawit. Sementara bahan pokok lain seperti beras, minyak, daging sapi dan daging ayam masih relatif aman,” tambahnya.
Kegiatan monitoring tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti, Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Ghafur, Kepala DKUPP Sugeng Wiyanto, Kepala Dinas Pertanian Arif Kurniadi, Kepala Diskominfo Hudan Syarifuddin, Kabag Perekonomian dan SDA Arie Kartikasari, Camat Kraksaan Puja Kurniawan serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kata Ra Fahmi, akan terus melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pasar guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.
“Yang jelas kalau ada kejadian yang harus segera ditindaklanjuti, pemerintah siap melakukan intervensi harga agar stabilitas tetap terjaga dan inflasi bisa kita kendalikan,” pungkasnya.