Jakarta (Surau.ID) — Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan memfokuskan gerakan pada penguatan kemandirian anggota melalui kolaborasi dan jejaring strategis.
Khofifah menjelaskan bahwa konsep kemandirian yang dibangun Muslimat NU tidak berdiri sendiri, melainkan berbasis sinergi dengan berbagai pihak.
“Kemandirian Muslimat bukan berarti berjalan sendiri, tetapi membangun sinergi, kolaborasi, dan jejaring yang kuat,” kata Khofifah.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Muslimat NU menyiapkan kerja sama konkret dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Program ini menghadirkan skema pemberdayaan ekonomi anggota, salah satunya melalui tabungan emas dengan sistem cicilan ringan. Khofifah menambahkan, bahwa skema tersebut memberi kemudahan bagi anggota dalam berinvestasi secara bertahap.
“Melalui skema tersebut, anggota dapat menabung emas secara bertahap sesuai kemampuan, dengan harga yang telah disepakati di awal,” ungkapnya.
Ia menilai program ini sebagai langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan berbasis komunitas. Selain itu, Muslimat NU juga mengarahkan kolaborasi pada program pembiayaan ibadah haji dan umrah agar anggota mendapatkan manfaat langsung dari organisasi.
“Yang terpenting, anggota merasakan manfaat terlebih dahulu dari organisasi,” katanya.
Untuk memperkuat langkah tersebut, Muslimat NU juga mengembangkan jejaring yang lebih luas, termasuk membentuk asosiasi profesor perempuan serta menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan berbagai sektor lainnya.
“Muslimat NU diharapkan mampu menjadi organisasi perempuan yang tidak hanya kuat secara sosial dan keagamaan, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” tandasnya.